Dirjen Pelayanan Haji Minta Syarikah Segera Sempurnakan Fasilitas Wukuf di Arafah
Pengecekan di lokasi wukuf Arafah jelang puncak haji

Reporter: Nidhomatur, MR

blokBojonegoro.com - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mulai mematangkan kesiapan fasilitas bagi jemaah haji Indonesia menjelang puncak wukuf di Arafah. Pengecekan langsung dilakukan untuk memastikan seluruh sarana prasarana di maktab, mulai dari pendingin ruangan hingga sistem sanitasi, berfungsi optimal sebelum kedatangan jemaah.

Direktur Jenderal Pelayanan Haji Kemenhaj, Ian Heriyawan, memimpin langsung peninjauan di sejumlah maktab yang dikelola Syarikah Al Bait Guest (Dhuyuf Al-Bait), termasuk Maktab 62 di wilayah Arafah. Ia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen memberikan pelindungan dan kenyamanan maksimal bagi jemaah selama menjalani ritual inti haji tersebut.

"Kami ingin memastikan seluruh jemaah haji Indonesia dapat memasuki tenda di Arafah dan melaksanakan ibadah wukuf dengan tenang dan khidmat. Harus dipastikan, setiap saat kita check and recheck sampai seluruh hak jemaah terpenuhi," tegas Ian Heryawan di sela-sela peninjauan, kemarin waktu Arab Saudi.

Dalam pengecekan tersebut, terungkap sejumlah fasilitas unggulan yang akan didapatkan jemaah haji Indonesia saat wukuf di Arafah nanti, diantaranya adalah pemasangan kamera pengawas (CCTV) di setiap lorong maktab yang beroperasi nonstop. Selain itu, terdapat lantai tenda yang telah dilapisi struktur tambahan tebal untuk meredam panas gurun, ditutup karpet empuk, serta kasur busa baru yang dilengkapi bantal dan dua selimut untuk setiap jemaah.

Untuk mengantisipasi suhu cuaca yang terik di Arafah nanti, setiap tenda juga dilengkapi dua hingga tiga unit AC. Sementara itu, selain ketersediaan toilet duduk dan jongkok serta toilet khusus difabel, tahun ini dipasang rangka urinoir di luar bilik toilet pria untuk mengurai antrean panjang saat puncak haji.

Untuk menjaga kesehatan jemaah haji saat wukuf di Arafah, Kemenhaj juga memastikan ketersediaan klinik maktab dengan kursi roda, musala, serta ruang customer service khusus di Arafah.

Meskipun fasilitas utama telah terpasang, Ian memberikan sejumlah catatan kritis kepada pihak Syarikah terkait kebersihan lingkungan dan penyelesaian sekat antar tenda. Ia memberikan tenggat waktu lima hari agar seluruh persiapan rampung 100 persen.

"Kami akan cek ulang nanti dalam lima hari ke depan, yaitu hari Kamis. Para kepala sektor juga sudah kami minta melihat langsung lokasi agar mereka tahu betul di mana jemaahnya ditempatkan dan bisa segera merespons jika ada kendala," tambah Ian.

Pengawasan berkala akan terus dilakukan oleh tim gabungan Kemenhaj bersama pengawas katering dan transportasi guna menjamin standar pelayanan sesuai dengan kontrak yang telah disepakati demi kesuksesan penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M. [lis/mad]