LPTNU PCNU Bojonegoro Tetapkan 9 Program Strategis untuk Perkuat Pendidikan Tinggi NU

Reporter: M. Anang Febri

blokBojonegoro.com - Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) PCNU Bojonegoro menyiapkan arah pengembangan pendidikan tinggi Nahdlatul Ulama untuk lima tahun ke depan. Melalui Rapat Program Kerja yang digelar di Ruang Pascasarjana Lantai 2 Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro, pada Selasa (2/6/2026) kemarin, organisasi ini menetapkan sembilan program strategis sebagai fokus kerja Masa Khidmat 2025–2030.

Rapat tersebut dihadiri seluruh pengurus LPTNU PCNU Bojonegoro serta salah satu penasihat LPTNU, Dr. Nurul Huda, M.H.I. Forum membahas berbagai program prioritas yang diarahkan untuk memperkuat peran dan kualitas Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) di Kabupaten Bojonegoro.

Penyusunan program kerja mengacu pada Panduan Khidmah Abad Kedua PCNU Bojonegoro sekaligus mendukung pencapaian 12 Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi Tahun 2026. Melalui pendekatan tersebut, program yang dirumuskan diharapkan mampu memperkuat tata kelola kelembagaan, meningkatkan mutu pendidikan tinggi, mengembangkan sumber daya manusia, serta memperluas kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat.

Adapun sembilan program strategis yang disepakati meliputi Gerakan Kepemimpinan Akademik Aswaja, Pusat Kajian Strategis PCNU Bojonegoro, Gerakan 100 Doktor dan Rekognisi Dosen NU, Akademi Hibah, Publikasi dan Inovasi, Sentra HKI dan Hilirisasi Inovasi, Gerakan Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi, Gerakan Pemberdayaan Ranting, Lembaga dan Pesantren NU, Forum Kemitraan Strategis NU, serta Gerakan Dana Abadi dan Beasiswa Kader NU.

Ketua LPTNU PCNU Bojonegoro, Dr. M. Ivan Ariful Fathoni, M.Si., mengatakan sembilan program tersebut akan menjadi pijakan utama organisasi dalam mengembangkan pendidikan tinggi Nahdlatul Ulama di Bojonegoro.

"Sembilan program strategis ini merupakan komitmen LPTNU untuk memperkuat mutu pendidikan tinggi Nahdlatul Ulama dan memberikan kontribusi nyata bagi kemaslahatan umat serta kemajuan Bojonegoro," ungkap Dr. Ivan.

Sementara itu, Dr. Nurul Huda menegaskan bahwa keberadaan LPTNU harus mampu menjadi pendamping sekaligus penguat bagi perguruan tinggi Nahdlatul Ulama sesuai kebutuhan masing-masing lembaga.

"LPTNU hadir untuk melayani dan membina perguruan tinggi sesuai dengan kebutuhan. Karena itu, program yang disusun harus mampu mendukung peningkatan mutu, tata kelola, dan daya saing perguruan tinggi Nahdlatul Ulama," paparnya.

Hasil rapat tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui penyusunan rencana pelaksanaan dan agenda kegiatan pada masing-masing program strategis. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat posisi perguruan tinggi Nahdlatul Ulama sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, kaderisasi, dan pengabdian kepada masyarakat di Bojonegoro. [feb/mad]