Plt Kepala Bapeda Jatim Hadiri Haflah Akhirussanah  MTs dan MA Plus Sunan Drajat Kedungsantren
Plt Kepala Bappeda Jatim, Mohammad Yasin saat mewakili Gubernur Jawa Timur menghadiri Haflah Akhirussanah  MTs dan MA Plus Sunan Drajat Kedungsantren

Reporter: Muharrom

blokBojonegoro.com - Pemprov Jawa Timur terus berkomitmen untuk mendukung pengembangan dan penguatan lembaga pendidikan berbasis keagamaan. Hal itu disampaikan Plt Kepala Bappeda Jatim, Mohammad Yasin saat mewakili Gubernur Jawa Timur menghadiri Haflah Akhirussanah  MTs dan MA Plus Sunan Drajat Kedungsantren.

Acara di lembaga pendidikan yang ada di Dusun Plosolanang, Desa Campurrejo, Kecamatan Kota, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (18/6/2026) diikuti seratusan siswa. Selain Mas Yasin, panggilan akrabnya, juga dihadiri Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah.

"Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, saya menyampaikan rasa syukur, bangga, dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Haflah bukanlah sekadar seremonial setiap tahunnya. Namun, merupakan momen istimewa dan sakral bagi para santri, guru, dan orang tua untuk mengenang proses dan perjalanan waktu untuk mendapatkan ilmu, membingkai perjuangan, dan membuka babak baru dalam perjalanan hidup," kata Mas Yasin mengawali sambutannya.

Mas Yasin yang lahir di Kecamatan Tambakrejo itu pernah menjabat sebagai Kepala Dinas PMD dan Kepala Bappeda Jawa Timur tersebut menambahkan, jika di tengah perkembangan zaman dan modernisasi dunia global, lembaga pendidikan Islam seperti Yayasan Syamsuri Wariman Plosolanang memiliki peran sangat penting sebagai penjaga moral bangsa. 

"Di sini, anak didik tidak hanya diajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga diajarkan cara hidup yang baik, berakhlak mulia sekaligus mencintai tanah air, serta hidup dalam keberagaman," jelasnya.

Pada kesempatan ini, Mas Yasin juga menyampaikan, bahwa Pemprov Jawa Timur berkomitmen untuk terus mendukung keberadaan lembaga pendidikan Islam yang merupakan mitra strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Salah satu program dari Pemprov Jawa Timur adalah Program Beasiswa untuk santri melalui Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD).

"Untuk itu, Pemprov Jatim membuka ruang komunikasi dan sinergi antara pemerintah dan lembaga-lembaga pendidikan Islam, agar pendidikan keagamaan ini semakin kuat, berkelanjutan dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat," pungkasnya. [lis/mad]