Reporter: M. Anang Febri
blokBojonegoro.com - Pertamina Foundation menghadirkan inovasi pemantauan keanekaragaman hayati berbasis artificial intelligence (AI) melalui platform PF-Lestari. Inovasi ini dikembangkan untuk menjawab kebutuhan akan sistem pemantauan lingkungan yang lebih transparan, akurat, dan mendukung penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Didukung teknologi AI dan analisis spasial, PF-Lestari mampu mengukur indeks kesehatan vegetasi, mendeteksi perubahan tutupan lahan, hingga mengestimasi jumlah pohon (tree count). Platform ini juga dilengkapi fitur pemetaan presisi yang memungkinkan pengguna memantau profil tutupan lahan dan kondisi topografi secara lebih komprehensif.
Berbagai fitur tersebut memudahkan proses inventarisasi digital jenis tanaman, pencatatan riwayat perawatan, hingga pemetaan potensi awal penyerapan karbon di kawasan penanaman.
President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, mengatakan inovasi PF-Lestari lahir dari tantangan pengelolaan data keanekaragaman hayati yang selama ini belum terpusat serta sulitnya memperoleh visualisasi kondisi lapangan secara berkala.
"Melalui PF-Lestari, kami mengintegrasikan proses pemantauan, analisis, dan pelaporan agar berjalan lebih efisien dan akurat. Saat ini, PF-Lestari telah diimplementasikan di berbagai area program Hutan Lestari yang dikelola PF untuk mendukung rehabilitasi lahan kritis di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK)," ungkap Agus.
Ia menjelaskan, teknologi tersebut mendukung pendataan penanaman pohon endemik maupun multi-purpose tree species (MPTS), sekaligus memperkuat kegiatan riset dan edukasi kehutanan.
Selain itu, PF-Lestari memiliki dashboard terintegrasi yang membuat pengelolaan data lapangan, estimasi tingkat keberhasilan tumbuh (survival rate), hingga potensi cadangan karbon menjadi lebih efisien. Sistem ini juga membantu proses evaluasi program agar lebih terukur dan akuntabel.
"Potensi PF-Lestari menghasilkan Value Creation Rp2,19 miliar, didukung oleh replikasi internal, ekspansi ke Pertamina Group, dan komersialisasi eksternal," ucap Agus.
Inovasi tersebut mendapat apresiasi dalam ajang Annual Pertamina Quality Award (APQA) 2026 dengan meraih predikat Platinum pada kategori PC-Prove.
APQA merupakan ajang penghargaan tahunan yang diselenggarakan PT Pertamina (Persero) sejak 2010 sebagai bentuk apresiasi terhadap implementasi manajemen kualitas melalui empat pilar utama di lingkungan perusahaan.
Agus menyebut pencapaian tersebut menjadi tonggak penting bagi Pertamina Foundation karena menjadi keikutsertaan perdana dalam APQA.
"Ini merupakan kali pertama Pertamina Foundation berpartisipasi dalam APQA dan langsung berhasil meraih predikat Platinum. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa inovasi yang kami kembangkan telah memenuhi standar kualitas tinggi, sekaligus motivasi besar bagi kami untuk terus berinovasi dalam mendukung program lingkungan yang lebih akuntabel dan berkelanjutan," tandas Agus.
Melalui pemanfaatan PF-Lestari, upaya pelestarian lingkungan diharapkan semakin kuat, mulai dari tahap perencanaan, pemantauan, hingga pelaporan.
Data yang terdokumentasi secara digital juga mendukung penguatan ketahanan lingkungan sebagaimana sejalan dengan Asta Cita, sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 13 tentang penanganan perubahan iklim, poin 14 tentang ekosistem laut, dan poin 15 mengenai ekosistem daratan. [feb/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published