Reporter: Rizki Nur Diansyah
blokBojonegoro.com – Upaya mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tingkat desa agar semakin berkembang, terus dilakukan. Salah satunya melalui edukasi branding dan pemasaran digital yang digelar Tim PKK Desa Kebonharjo bersama Kelompok 26 KKN Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung BPD Desa Kebonharjo, Kabupaten Tuban ini, menyasar masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, dengan memberikan wawasan mengenai pentingnya membangun identitas produk sekaligus memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pemasaran.
Kolaborasi antara pemerintah desa melalui Tim PKK dan mahasiswa KKN UNUGIRI tersebut diharapkan mampu membuka wawasan masyarakat bahwa pemasaran produk tidak lagi terbatas pada lingkungan sekitar. Melalui media sosial dan berbagai platform digital, produk lokal berpeluang dikenal oleh konsumen yang lebih luas.
Materi edukasi disampaikan oleh Syahrul Rizki Ramadhan. Ia menjelaskan pentingnya branding dalam membangun citra sekaligus meningkatkan daya tarik sebuah produk.
Dalam pemaparannya, peserta dikenalkan dengan berbagai aspek yang perlu diperhatikan dalam membangun sebuah merek, mulai dari identitas produk, tampilan kemasan, hingga cara memperkenalkan produk kepada konsumen agar lebih mudah dikenali.
Branding, menurut Syahrul, bukan sekadar memberikan nama atau logo pada sebuah produk. Branding juga menjadi bagian penting dalam membentuk identitas dan karakter produk sehingga mampu memiliki pembeda dibandingkan produk lainnya.
Pemahaman tersebut dinilai penting bagi pelaku UMKM di tingkat desa. Sebab, produk lokal dengan identitas yang kuat akan memiliki peluang lebih besar untuk bersaing sekaligus membangun kepercayaan konsumen.
"Perkembangan teknologi yang semakin pesat juga turut mengubah pola pemasaran dan kebiasaan konsumen. Kondisi tersebut menjadi peluang bagi pelaku UMKM untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi," ungkap Syahrul.
Produk yang sebelumnya hanya dikenal oleh masyarakat di sekitar tempat usaha kini dapat diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas melalui pemanfaatan teknologi digital.
Sementara, salah satu peserta kegiatan, Sri Subekti, menyampaikan bahwa kegiatan edukasi tersebut memberikan pengetahuan baru mengenai cara membangun identitas produk dan memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami, dengan adanya kegiatan ini kami yang awalnya hanya bisa memasarkan produk kami kepada orang disekitar kami, kami jadi mengerti jika kami juga bisa memasarkan produk yang kami miliki kepada orang lain di luar sana," tutur Sri
Edukasi branding dan pemasaran digital ini sekaligus menjadi langkah untuk mendorong masyarakat Desa Kebonharjo semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi. Dengan memanfaatkan peluang digital, produk lokal diharapkan tidak hanya bertahan di pasar sekitar, tetapi juga mampu menjangkau konsumen yang lebih luas. [riz/mad]