Reporter: M. Anang Febri
blokBojonrgoto.com - Semangat membangun budaya literasi dan kepenulisan di Kabupaten Bojonegoro mendapat energi baru melalui kegiatan “Inspirasi Menulis”, salah satu rangkaian 1st GEMA INSPIRA RISBO 2026, yang digelar INSPIRA RISBO di Partnership Room, Gedung Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan ini menghadirkan dua doktor putra daerah yang memiliki kompetensi di bidang kepenulisan dan pengembangan karya ilmiah, yakni Dr. Nanang Setiawan dan Dr. Cahyo Hasanudin.
Keduanya tidak sekadar hadir sebagai narasumber. Mereka turun langsung mendampingi peserta, berbagi pengalaman, sekaligus membantu mengolah gagasan agar berkembang menjadi karya tulis yang bernilai.
Sekitar 40 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari beragam latar belakang, mulai dari mahasiswa, dosen, guru, hingga kepala sekolah.
Keragaman peserta menjadi kekuatan tersendiri. Ruang belajar ini mempertemukan kalangan akademisi, pendidik, dan generasi muda yang membawa pengalaman serta gagasan dari berbagai bidang.
Ketua INSPIRA RISBO, Dr. Ima Isnaini Taufiqur Rohmah, menjelaskan bahwa Inspirasi Menulis dirancang bukan sekadar sebagai pelatihan kepenulisan, melainkan sebagai ruang untuk memproduksi dan mengembangkan gagasan masyarakat Bojonegoro.
"Kami ingin peserta tidak berhenti pada mendapatkan materi. Gagasan yang muncul hari ini harus dikembangkan menjadi karya nyata, baik dalam bentuk tulisan fiksi maupun nonfiksi," ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta didorong untuk menemukan ide, menyusun kerangka tulisan, mengembangkan narasi, hingga memahami strategi menghasilkan karya yang layak dipublikasikan.
Targetnya pun konkret. Dari kegiatan Inspirasi Menulis, peserta diproyeksikan menghasilkan sekitar 20 judul buku, baik fiksi maupun nonfiksi.
Karya-karya tersebut diharapkan menjadi salah satu bentuk kontribusi INSPIRA RISBO dalam memperkuat ekosistem literasi di Kabupaten Bojonegoro.
Dua Doktor Putra Daerah Berbagi Ilmu
Kehadiran Dr. Nanang Setiawan dan Dr. Cahyo Hasanudin menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Keduanya merupakan putra daerah dengan pengalaman di bidang akademik, penelitian, dan kepenulisan.
Alih-alih hanya menyampaikan teori, kedua narasumber mengajak peserta langsung mengolah gagasan menjadi tulisan.
Dr. Nanang Setiawan memberikan perspektif mengenai cara mengembangkan gagasan menjadi tulisan yang sistematis, menarik, dan memiliki nilai untuk dipublikasikan di reputable journal.
Sementara itu, Dr. Cahyo Hasanudin memberikan penguatan mengenai proses kreatif dalam menulis buku fiksi maupun nonfiksi, sekaligus mendorong peserta menghasilkan karya yang dapat dibaca dan memberikan manfaat lebih luas.

Keterlibatan dua akademisi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa putra daerah dapat mengambil peran langsung dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerahnya sendiri.
Pembina INSPIRA RISBO, Cantika Wahono, menegaskan pentingnya mendokumentasikan gagasan dan pengalaman masyarakat melalui karya tulis.
"Bojonegoro memiliki banyak orang hebat dan banyak gagasan yang belum terdokumentasikan. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin mendorong agar gagasan tersebut ditulis, dibukukan, dan menjadi warisan pengetahuan bagi generasi berikutnya," paparnya.
Karya Peserta Akan Dikembangkan dan Dikontribusikan kepada Pemkab
Inspirasi Menulis memiliki orientasi yang lebih jauh daripada sekadar pelatihan kepenulisan. Kegiatan ini diarahkan untuk menghasilkan karya yang memberikan kontribusi bagi daerah.
Karya para peserta nantinya direncanakan dikompilasi dan dikembangkan menjadi buku yang memuat gagasan, pengalaman, kreativitas, serta perspektif masyarakat Bojonegoro.
Karya tersebut selanjutnya akan dikontribusikan kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Bojonegoro.
Penyerahan karya direncanakan menjadi bagian dari malam puncak 1st GEMA INSPIRA RISBO 2026 pada 9 September 2026.
Dengan demikian, proses yang dimulai dari ruang pelatihan pada 19 Agustus tidak berhenti ketika kegiatan berakhir. Gagasan para peserta akan terus dikembangkan hingga menjadi karya yang dapat didokumentasikan dan dimanfaatkan sebagai bagian dari khazanah literasi Kabupaten Bojonegoro.
Dari Putra Daerah untuk Daerah
Melalui Inspirasi Menulis, INSPIRA RISBO ingin menunjukkan bahwa penguatan literasi dapat dibangun melalui kolaborasi antara akademisi, peneliti, pendidik, mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat.
Kehadiran dua doktor putra daerah sebagai mentor, keterlibatan 40 penulis, serta target menghasilkan 20 judul buku menjadi rangkaian yang diharapkan mampu melahirkan gerakan literasi berbasis karya dan kontribusi nyata.
Semangat tersebut sejalan dengan tagline 1st GEMA INSPIRA RISBO 2026: “Gagasan Emas Menuju Aksi.”
Bagi INSPIRA RISBO, gagasan yang tidak dituliskan akan mudah hilang. Sebaliknya, gagasan yang dituangkan dalam tulisan dapat tumbuh menjadi pengetahuan, karya, sekaligus kontribusi bagi generasi mendatang. [feb/mad]