Ratusan Mahasiswa IKIP PGRI Bojonegoro Ikuti Yudisium 2026

Rizki Nur Diansyah

<p>

blokBojonegoro.com – Sebanyak 309 mahasiswa IKIP PGRI Bojonegoro mengikuti prosesi yudisium. Pengumuman kelulusan mahasiswa keguruan itu, berlangsung di Aula IKIP PGRI Bojonegoro, Selasa (8/9/2026).

<p>

Ratusan mahasiswa tersebut berasal dari tiga Fakultas, yakni Fakultas Pendidikan Matematika dan IPA, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni, dan Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial.

<p>

Rektor IKIP PGRI Bojonegoro, Junarti mengungkapkan, yudisium bukan sekadar seremoni yang menandai berakhirnya masa studi. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi pintu masuk bagi para lulusan untuk menghadapi kehidupan dan tantangan baru di tengah masyarakat.

<p>

Ia juga menyampaikan selamat kepada seluruh mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan di IKIP PGRI Bojonegoro.

<p>

“Atas nama pimpinan IKIP PGRI Bojonegoro, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada 309 peserta yudisium,” ungkap perempuan yang berdomisili di Kecamatan Cepu, Blora itu.

<p>

Junarti juga memberikan apresiasi terhadap berbagai karya mahasiswa yang dihasilkan dalam luaran skripsi. Menurutnya, karya tersebut menunjukkan kreativitas mahasiswa sekaligus menjadi bagian dari capaian selama menempuh pendidikan.

 

“Luaran skripsi Anda yang luar biasa, baik luaran bentuk buku atau bentuk media apa pun itu, adalah hasil karya kalian semua,” tuturnya.

<p>

Dalam Yudisium yang mengusung tema “Technocrafting Green Skills: From Creativity, Character, and Technology" itu, Junarti menegaskan, lulusan IKIP PGRI Bojonegoro harus memiliki kesiapan untuk bekerja dan berkontribusi di berbagai bidang.

<p>

“Artinya lulusan IKIP PGRI Bojonegoro adalah siap untuk terjun ke masyarakat dan di lapangan, apa pun bidangnya itu,” bebernya.

<p>

Menurutnya, dunia saat ini mengalami perubahan yang sangat cepat. Perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), hingga berbagai inovasi baru telah mengubah cara manusia belajar, bekerja, berkomunikasi, dan menjalani kehidupan.

<p>

“Masa depan membutuhkan manusia yang mampu menciptakan sesuatu melalui kreativitas, memiliki karakter dan integritas, serta mampu memanfaatkan teknologi secara cerdas dan bertanggung jawab,” terangnya.

<p>

Tak hanya itu, Junarti mendorong lulusan agar tidak berhenti sebagai pengguna teknologi. Mereka dituntut mampu menjadi pencipta, inovator, sekaligus pemecah persoalan yang ada di tengah masyarakat.

<p>

“Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, Saudara harus mampu menjadi generasi yang tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi pencipta, inovator, dan problem solver,” jelasnya.

<p>

Junarti berpesan, gelar akademik tidak menjadi akhir dari proses belajar. Ia berharap lulusan IKIP PGRI Bojonegoro dapat terus mengembangkan kompetensi masing-masing, dan terus menggali kemampuan lainnya.

<p>

“Jangan pernah berhenti belajar. Teruslah mengembangkan kompetensi masing-masing. Jadi, lulus perguruan tinggi itu tidak cukup kompetensinya selesai. Harus gali, gali, dan gali terus,” pungkasnya. [mu]

<p>