Cegah Bullying hingga Judol, Polres Bojonegoro Bentuk Satgas Jogo Sekolah
Kapolres Bojonegoro, AKBP Yenni Diarty menjabat tangan sejumlah siswa usai apel upacara pembentukan Satgas Jogo Sekolah (Foto: istimewa)

Reporter: Rizki Nur Diansyah

blokBojonegoro.com — Guna mencegah perundungan (bullying), tawuran, penyalahgunaan narkoba hingga Judi Online (Judol) di lingkungan sekolah. Polres Bojonegoro membentuk Satgas Preemptive Strike Polisi Jogo Sekolah. 

Kapolres Bojonegoro, AKBP Yenni Diarty mengungkapkan, sekolah bukan sekadar tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang penting untuk membentuk karakter dan mempersiapkan masa depan generasi penerus bangsa. Karena itu, berbagai ancaman yang menyasar pelajar harus diantisipasi melalui langkah pencegahan yang terarah dan melibatkan seluruh elemen pendidikan.

“Sekolah sejatinya adalah rumah kedua, tempat di mana karakter dibentuk, ilmu ditabur, dan masa depan bangsa dianyam. Namun, kita tidak boleh menutup mata bahwa tantangan zaman semakin kompleks. Ancaman seperti perundungan, judi online, bahaya narkoba, hingga kenakalan remaja terus mengintai anak-anak kita,” ungkap AKBP Yenni.

AKBP Yenni menjelaskan, Satgas Preemptive Strike Polisi Jogo Sekolah yang diinisiasi Polda Jawa Timur bukan sekadar berorientasi pada penegakan hukum. Program tersebut, mengedepankan langkah preventif dan edukatif dengan pendekatan persuasif serta humanis, sekaligus menempatkan personel kepolisian sebagai mitra dan pendamping bagi warga sekolah.

“Hari ini, kita menyatukan komitmen untuk satu tujuan mulia: mewujudkan sekolah yang aman, serta membentuk pelajar yang tertib, disiplin, dan terlindungi,” jelas Polisi lulusan Akpol tahun 2005.

AKBP Yenni menambahkan, perlindungan terhadap pelajar merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya kepolisian maupun tenaga pendidik. Sehingga, lanjut Yenni, sekolah diharapkan mampu menjadi wilayah yang ramah anak serta terbebas dari berbagai bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan, demi menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas.

Untuk diketahui, kegiatan ini diikuti para pejabat utama (PJU) Polres Bojonegoro, perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Bojonegoro, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana, Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, serta Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro. 

Hadir pula perwakilan kepala sekolah, koordinator guru bimbingan konseling (BK), personel polisi pendamping kelas, polisi pengawas sekolah, serta para ketua dan pengurus OSIS. [riz/mad]