Reporter: M. Anang Febri
blokBojonegoro.com - Memperingati Dies Natalis ke-27, SMAN 1 Kasiman, Kabupaten Bojonegoro, memilih mengisinya dengan aksi nyata peduli lingkungan. Sebanyak 25 pohon trembesi ditanam di area sekolah melalui program Aksi Hijau SMANIKA, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari gerakan peduli lingkungan yang juga merupakan salah satu misi SMANIKA. Selain penanaman pohon, peringatan Dies Natalis tahun ini diisi dengan bakti sosial berupa donor darah.
Kepala SMAN 1 Kasiman, Ninis Mei Listiani menjelaskan, penanaman pohon berangkat dari kondisi lingkungan sekolah, khususnya area belakang yang rentan mengalami longsor. Letak geografis dan tekstur tanah membuat kawasan tersebut terus mengalami pengikisan, terutama saat terjadi banjir sungai.
"Tanah di bagian belakang SMAN 1 Kasiman rentan longsor karena letak dan teksturnya, bahkan terus terkikis dari waktu ke waktu. Untuk mengurangi pengikisan tersebut, kami menanam pohon penahan longsor," jelas Ninis Mei.

Sebanyak 25 pohon trembesi yang ditanam merupakan bantuan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setelah pihak sekolah mengajukan permohonan beberapa waktu lalu. Jenis pohon tersebut dipilih karena dinilai sesuai dengan kebutuhan lahan sekolah yang rawan longsor.
Penanaman difokuskan pada titik-titik yang mengalami pengikisan. Medan yang cukup sulit menjadi tantangan tersendiri bagi peserta. Meski demikian, kegiatan tetap terlaksana sesuai target berkat kerja sama siswa, guru, dan tenaga kependidikan.
Sebelum penanaman berlangsung, pihak sekolah juga mengimbau siswa membawa pupuk agar kebutuhan pemupukan tersedia di lokasi. Sekolah turut meminta bantuan sejumlah warga untuk membuat lubang tanam karena kondisi medan yang cukup sulit.
Ditambahkannya lagi, rangkaian Dies Natalis ke-27 tersebut diikuti sekitar 80 orang yang terdiri atas siswa, guru, dan tenaga kependidikan. Antusiasme masyarakat juga terlihat dalam kegiatan donor darah. Publikasi melalui media sosial sekolah menarik minat warga untuk ikut berpartisipasi. Sejumlah warga bahkan menghubungi pihak sekolah sebelum datang langsung untuk mendonorkan darah.

Kepala SMAN 1 Kasiman menegaskan, penanaman pohon tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan berangkat dari kebutuhan nyata untuk menjaga lingkungan sekolah. Menurutnya, kondisi geografis dan struktur tanah di kawasan sekolah membutuhkan perhatian lebih serius, termasuk dari pemerintah kabupaten maupun provinsi.
"Penanaman pohon ini bukan sekadar seremonial karena lahir dari kebutuhan nyata. Letak geografis dan struktur tanah di SMAN 1 Kasiman memang memerlukan perhatian, baik dari pemerintah kabupaten maupun provinsi, mengingat tanah di lingkungan sekolah terus terkikis akibat banjir sungai. Bahkan, menurut saya selaku kepala sekolah, relokasi sekolah perlu dipertimbangkan," ungkapnya.
Untuk memastikan pohon yang ditanam tumbuh dan memberikan manfaat jangka panjang, sekolah menyerahkan perawatannya kepada bagian penghijauan bersama seluruh warga sekolah. Komitmen tersebut juga diperkuat melalui program Jumat Bersih dan kegiatan penghijauan secara berkelanjutan.
"SMAN 1 Kasiman menargetkan gerakan penghijauan mampu membantu mencegah longsor sekaligus menjaga kemampuan tanah dalam menyimpan air," tandasnya.
Dengan demikian, aksi yang menjadi bagian dari peringatan Dies Natalis ke-27 ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penanaman, tetapi berlanjut menjadi budaya peduli lingkungan di sekolah. [feb/mad]