Reporter: Rizki Nur Diansyah
blokBojonegoro.com – Hujan deras disertai angin kencang menerjang wilayah Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (29/10/2026) sore. Akibat kejadian tersebut, sebanyak 18 rumah warga di tiga desa mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan bervariasi, mulai ringan hingga berat.
Tiga desa yang terdampak hujan deras disertai angin kencang itu, meliputi Desa Growok, Desa Dander, dan Desa Ngraseh. Belasan rumah di tiga desa tersbut, dilaporkan rusak pada bagian atap hingga tembok.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bojonegoro, Heru Wicaksi, mengungkapkan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB saat hujan deras disertai angin kencang melanda kawasan Kecamatan Dander.
Heru menjelaskan, hari ini (30/10/2026) pagi tadi, petugas BPBD baru diterjunkan untuk melakukan asemen di lokasi kejadian. Selanjutnya, personel diberangkatkan pukul 09.10 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 09.25 WIB.
Dari hasil asesmen, Desa Growok menjadi salah satu wilayah dengan jumlah rumah terdampak terbanyak, yakni 13 rumah. Kerusakan meliputi bagian atap, tembok, dinding dapur, hingga pagar rumah.
"Dari jumlah tersebut, beberapa rumah mengalami kerusakan sedang, sementara lainnya mengalami kerusakan ringan," ungkap Heru, Jumat (30/10/2026) siang.
Sementara itu, di Desa Dander terdapat satu rumah milik Suprayitno, warga RT 17 RW 02, yang mengalami kerusakan berat hingga rata dengan tanah. Kerugian akibat kerusakan rumah tersebut diperkirakan mencapai Rp50 juta.
Adapun di Desa Ngraseh, terdapat empat bangunan rumah yang mengalami kerusakan ringan pada bagian atap teras.
"Total sementara ada 18 rumah yang terdampak di tiga desa. Kami masih melakukan pendataan terhadap dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat angin kencang tersebut," beber Heru.
Berdasarkan pendataan sementara, estimasi kerugian material di Desa Growok mencapai Rp100 juta. Sedangkan di Desa Dander diperkirakan Rp50 juta. Dengan demikian, total kerugian sementara dari dua desa tersebut mencapai Rp150 juta. Nilai kerugian di Desa Ngraseh belum tercantum dalam laporan asesmen.
Heru menambahkan, kondisi warga saat ini relatif aman. Warga yang rumahnya mengalami kerusakan ringan masih menempati rumah masing-masing. Sedangkan pemilik rumah yang mengalami kerusakan berat sementara tinggal di rumah keluarganya.
"Selain melakukan pendataan, BPBD Bojonegoro juga menyalurkan bantuan berupa paket sembako kepada warga terdampak," pungkasnya. [riz/mad]