Institut Attanwir Bojonegoro Sukses Gelar Wisuda ke-XIII, Transformasi Menuju Universitas Kian Terbuka
Wisuda Institut Attanwir Bojonegoro

Kontributor: Ayu Rahma Fadila

blokBojonegoro.com – Institut Attanwir Bojonegoro sukses menggelar Wisuda Strata 1 (S1) ke-XIII pada Sabtu (7/11/2026), bertempat di halaman kampus. Sebanyak 142 mahasiswa resmi diwisuda dalam prosesi tersebut. Momentum ini tidak hanya menjadi penanda keberhasilan mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan tinggi, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan kampus dalam meningkatkan kualitas dan pengembangan kelembagaan menuju perguruan tinggi yang semakin unggul.

Dalam sambutannya, Rektor Institut Attanwir Bojonegoro, Moch Bakhtiar, M.Pd., menyampaikan apresiasi sekaligus doa kepada seluruh wisudawan yang telah menyelesaikan pendidikan. 

"Kami berharap, ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan selama empat tahun terakhir dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta menjadi bekal untuk bekerja dan mengembangkan diri sesuai bidang keilmuan masing-masing," katanya.

Ia menegaskan, Institut Attanwir Bojonegoro terus berupaya menggembleng mahasiswa agar tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu menjadi lulusan yang berdaya guna dan mengambil peran di tengah masyarakat. Pendidikan di perguruan tinggi diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi serta kesiapan untuk menghadapi berbagai tantangan setelah menyelesaikan studi.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga menyampaikan optimisme terkait peluang perubahan bentuk kelembagaan Institut Attanwir Bojonegoro menjadi universitas. Menurutnya, satu langkah penting menuju cita-cita tersebut telah mulai terbuka, yakni dengan dimilikinya program magister atau pascasarjana yang menjadi salah satu persyaratan untuk beralih bentuk menjadi universitas.

Di tengah persaingan global yang tidak lagi dibatasi oleh wilayah maupun negara, ia menekankan bahwa kampus yang berada di desa memiliki kesempatan yang sama dengan perguruan tinggi di perkotaan untuk mencapai kualitas terbaik. Karena itu, Institut Attanwir Bojonegoro harus terus mengejar mutu pendidikan, meningkatkan capaian akreditasi, serta memperkuat daya saing di berbagai bidang.

Optimisme tersebut juga didukung oleh berbagai capaian dalam satu tahun terakhir. Mahasiswa Institut Attanwir Bojonegoro telah menorehkan sejumlah prestasi dan karya di tingkat nasional maupun internasional. Capaian ini menjadi bukti bahwa kampus yang berada di wilayah pedesaan juga mampu bersaing dan menunjukkan kualitas di tengah kompetisi pendidikan tinggi yang semakin terbuka.

Sementara itu, Koordinator Kopertais Wilayah IV Surabaya, Dr. KH. Ilhamullah Sumarkan, M.Ag., dalam sambutannya memberikan motivasi kepada para mahasiswa yang baru saja diwisuda. Ia berharap para lulusan dapat terus mengembangkan kemampuan dan mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan.

"Kami memberikan dukungan kepada manajemen Institut Attanwir Bojonegoro agar menyusun perencanaan pengembangan kelembagaan secara matang. Dalam kurun waktu satu hingga empat tahun ke depan, kampus tersebut diharapkan sudah mempersiapkan diri untuk beralih status menjadi universitas," tegasnya.

Selain itu, ia menyampaikan harapan agar ke depan lahir dosen-dosen dari Institut Attanwir Bojonegoro yang memiliki jabatan akademik lektor kepala hingga profesor. Menurutnya, peningkatan kualitas dan jenjang akademik dosen merupakan bagian penting dalam membangun perguruan tinggi yang unggul.

Koordinator Kopertais Wilayah IV Surabaya tersebut juga memberikan apresiasi atas semakin banyaknya dosen yang telah tersertifikasi dalam beberapa tahun terakhir. Ia menegaskan bahwa sertifikasi dosen tidak hanya berkaitan dengan tunjangan profesi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan mendukung penilaian akreditasi perguruan tinggi.

Dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Bojonegoro juga disampaikan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Camat Sumberrejo, Banyudono Margajelita, S.STP., M.M. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk melalui dukungan terhadap pendidikan anak-anak di wilayah Bojonegoro.

Menurutnya, keberadaan perguruan tinggi dan berbagai program yang mendukung mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia daerah. Hal tersebut sejalan dengan harapan pemerintah daerah untuk terus mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bojonegoro.

Ia juga berpesan kepada para wisudawan agar memperhatikan langkah selanjutnya setelah menyelesaikan pendidikan, baik dengan memasuki dunia kerja maupun melanjutkan studi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di kampus tersebut diharapkan dapat diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan dan lingkungan masyarakat.

Selain itu, para lulusan diingatkan agar tetap menjaga diri dan mempertahankan nilai-nilai positif setelah meninggalkan lingkungan kampus. Mereka diharapkan tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan maupun pergaulan yang kurang positif, sehingga mampu menjaga integritas dan menunjukkan sikap yang baik di tengah masyarakat.

Rangkaian Wisuda Strata 1 ke-XIII kemudian diakhiri dengan doa yang disampaikan oleh KH. Ahmad Fuad Sahal, selaku Pengasuh Pondok Pesantren Attanwir Bojonegoro. Prosesi wisuda ini menjadi momentum penting bagi seluruh lulusan sekaligus pengembangan Institut Attanwir Bojonegoro dalam meningkatkan mutu pendidikan, kualitas dosen, prestasi mahasiswa, serta mempersiapkan transformasi menuju universitas. [ayu/mu]