Diplomasi Kuliner Indonesia di Rusia, UMKM Daerah Perluas Peluang Pasar Internasional
Foto bersama seluruh peserta round table Indonesia culinary diplomasi (Foto: Istimewa)

Reporter: M. Anang Febri

blokBojonegoro.com - Kopi, rempah-rempah, batik, hingga aneka produk kuliner Indonesia diperkenalkan kepada masyarakat Rusia melalui Festival Diplomasi Kuliner Indonesia di Kota Tver, Rusia, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya memperluas promosi produk ekonomi kreatif sekaligus membuka peluang kerja sama perdagangan antara kedua negara.

Festival yang digelar Dewan Perwakilan Luar Negeri (DPLN) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) Rusia tersebut mendapat dukungan Pemerintah Oblast Tver, Administrasi Kota Tver, dan ANO Center Media Industry. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) yang dijadwalkan berlangsung serentak di Indonesia pada 24 Oktober 2026.

Delegasi Indonesia dipimpin Deputy Chief of Mission (DCM) Kedutaan Besar Republik Indonesia di Moskow, Hartyo Harkomoyo. Sejumlah perwakilan dunia usaha, akademisi, dan perdagangan turut hadir bersama pejabat Pemerintah Oblast Tver, lembaga pembangunan, serta pelaku usaha lokal Rusia.

Gubernur Oblast Tver, Vitaly Korolev, menilai festival tersebut bukan sekadar perayaan gastronomi, melainkan juga ruang untuk memperkenalkan budaya Indonesia sekaligus mempertemukan pelaku usaha kedua negara.

"Melalui perpaduan budaya, kuliner, dan komunikasi bisnis, kita membangun jembatan persahabatan antara Indonesia dan Rusia sekaligus membuka peluang baru untuk memperkuat kerja sama di bidang sosial budaya, ekonomi, dan perdagangan antara Oblast Tver dan Indonesia," papar Vitaly Korolev.

Dukungan terhadap pengembangan kemitraan internasional juga disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota Tver, Evgeny Pichuev. Menurutnya, posisi geografis dan dukungan logistik menjadikan Tver berpotensi menjadi mitra Indonesia, baik dalam pengembangan usaha maupun pertukaran pelajar dan kegiatan kebudayaan.

Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, turut menyampaikan apresiasi melalui pesan video. Ia menilai festival tersebut dapat menjadi sarana untuk mengenalkan budaya, bertukar pengetahuan, dan membangun jejaring bisnis antara Indonesia dan Rusia.



"Saya mengapresiasi DPLN GEKRAFS Rusia dengan Pemerintah Kota Tver atas perayaan Hari Ekonomi Kreatif Nasional. Bagi Indonesia dan Rusia, kegiatan ini dapat menjadi sarana untuk mengenalkan budaya, bertukar pengetahuan, serta membangun jejaring antara pelaku usaha kedua negara," ungkapnya.

Teuku Riefky juga menyoroti peluang promosi produk kedua negara, perdagangan bahan pangan dan rempah-rempah, serta kolaborasi antarpelaku bisnis kuliner. Sementara itu, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menegaskan bahwa kuliner merupakan bagian dari kekayaan budaya yang dapat memperkenalkan identitas, tradisi, dan keragaman Indonesia kepada masyarakat dunia.

Ketua Umum DPP GEKRAFS, Kawendra Lukistian, menekankan pentingnya kolaborasi untuk mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif.

"Kolaborasi menjadi kunci keberhasilan bagi perkembangan ekosistem ekonomi kreatif Indonesia-Rusia," katanya.

Senada dengan itu, Hartyo Harkomoyo menyoroti pentingnya memperkuat kemitraan strategis kedua negara melalui keterlibatan pelaku usaha dan masyarakat. Ia menyebut energi, ketahanan pangan, dan pengembangan sumber daya manusia sebagai sejumlah bidang yang menjadi perhatian bersama.

Produk Daerah Masuk Pasar Rusia

Salah satu agenda yang menonjol dalam festival tersebut ialah bazar Indonesia Taste Market & Tver Table. Kegiatan ini mempertemukan produk UMKM dan kuliner Indonesia dengan masyarakat serta pelaku usaha setempat.

GEKRAFS Kota Batu memperkenalkan kopi green bean, aksesori etnik, keripik kentang, dan kain batik. GEKRAFS Daerah Istimewa Yogyakarta mempromosikan produk kopi dan pariwisata Yogyakarta, sedangkan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jawa Timur menghadirkan produk rempah-rempah serta komoditas lainnya.

Bazar tersebut juga menampilkan kuliner Indonesia yang disajikan Café Indonesia Kalpataru dari Saint Petersburg, diaspora Indonesia, serta hidangan khas Kota Tver. Kehadiran produk dari sejumlah daerah ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi ekonomi kreatif Indonesia kepada pasar internasional.

Rangkaian festival turut diisi penampilan musik rakyat Rusia, pertunjukan pencak silat oleh atlet Federasi Pencak Silat Kota Moskow, pameran buku bertema Indonesia, lokakarya, serta degustasi atau pencicipan kuliner Indonesia.

Diskusi bertema “Diplomasi Kuliner Indonesia: Rasa, Sejarah, Budaya, Pariwisata, dan Bisnis” juga digelar untuk membahas peluang kerja sama. Sementara itu, diskusi panel di Perpustakaan Ilmiah Universal Oblast Tver A.M. Gorky mengangkat potensi kolaborasi Indonesia–Rusia di bidang ekonomi, perhotelan, dan pariwisata.

Forum tersebut menghadirkan perwakilan diplomatik, kamar dagang, lembaga pendukung ekspor, pelaku industri, serta pengusaha dari kedua negara. Selain diskusi, peserta juga mengunjungi pabrik kopi OOO Millfoods di Kota Tver.

Ditandai Penandatanganan MoU

Festival ini juga menghasilkan sejumlah langkah konkret melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU). DPLN GEKRAFS Rusia menjalin kesepakatan dengan ANO Center Media Industry, Alliance B2B ASEAN, serta pelaku usaha merek Rusia VARGGRAAD.

Kerja sama juga dijalin Café Indonesia Kalpataru di Saint Petersburg dengan Besançon Coffee Shop di Tver. Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun jejaring bisnis dan memperluas kolaborasi di sektor ekonomi kreatif.

Ketua DPLN GEKRAFS Rusia, Andre Septiyanto, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota dan Oblast Tver, pengurus GEKRAFS, serta seluruh panitia dan relawan yang terlibat. Ia juga mengapresiasi partisipasi GEKRAFS Kota Batu, GEKRAFS Yogyakarta, dan KADIN Jawa Timur dalam mempromosikan produk unggulan Indonesia.

Ke depan, Mark Bykov menyampaikan rencana penyelenggaraan festival industri kreatif berskala besar di Oblast Tver. Ia juga menyoroti peluang kerja sama kota kembar (sister city) antara kota-kota di wilayah Tver dan pemerintah daerah di Indonesia.

Penyelenggaraan festival turut didukung Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Mandiri sebagai mitra resmi, bersama sejumlah mitra pendukung dari sektor usaha, media, perhotelan, dan komunitas kreatif.

Melalui perpaduan promosi kuliner, pertukaran budaya, dan pertemuan bisnis, Festival Diplomasi Kuliner Indonesia diharapkan dapat memperkuat hubungan Indonesia–Rusia sekaligus membuka peluang pemasaran produk UMKM dan pengembangan ekonomi kreatif daerah di pasar global. [feb/mad]