Reporter: Rizki Nur Diansyah
blokBojonegoro.com – Mahasiswa IKIP PGRI Bojonegoro menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Bojonegoro Innovative Awards 2026. Dua tim mahasiswa kampus keguruan tersebut, berhasil meraih penghargaan dalam kategori Pelajar dan Mahasiswa berkat inovasi yang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Prestasi tersebut, diraih Dedy Indra Setiawan yang berhasil meraih Juara 1, serta Intan Nuraini dan Rendy Priyantama Erwanda yang memperoleh Juara Harapan 1.
Penghargaan tersebut, diserahkan Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro Nurul Azizah, Kamis (29/10/2026), di Hotel Griya Dharma Kusuma (GDK), Jalan Trunojoyo, Kota Bojonegoro
Bojonegoro Innovative Awards 2026 diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Bojonegoro. Ajang ini menjadi salah satu upaya mendorong lahirnya gagasan kreatif dan inovatif dari berbagai kalangan, termasuk pelajar dan mahasiswa.
Dedy Indra Setiawan meraih Juara 1 melalui inovasi Portal Digital KKM Kecamatan Kedewan, yakni sebuah platform berbasis web yang dirancang untuk mengintegrasikan pendataan warga, pemantauan program kerja, serta survei potensi wilayah.
Inovasi tersebut, menawarkan pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pengelolaan data dan informasi kewilayahan. Melalui sistem yang terintegrasi, proses pendataan dan pemantauan program diharapkan dapat dilakukan secara lebih efektif dan terstruktur.
Sementara itu, Intan Nuraini bersama Rendy Priyantama Erwanda menyabet Juara Harapan 1 melalui inovasi BEDUSHUB (Bojonegoro Edusmart Hub).
Inovasi ini mengusung gagasan pengembangan ekosistem pendidikan cerdas yang memanfaatkan teknologi untuk mendukung kebutuhan pendidikan. Kehadiran BEDUSHUB menjadi salah satu bentuk kreativitas mahasiswa dalam merancang solusi inovatif di bidang pendidikan.
Atas dua penghargaan tersebut, Rektor IKIP PGRI Bojonegoro, Ima Isnaini Taifiqur Rohman, mengapresiasi capaian mahasiswa yang berhasil membawa pulang dua penghargaan dalam ajang inovasi tingkat Kabupaten Bojonegoro itu.
Menurut perempuan yang akrab disapa Doktor Ima ini, prestasi tersebut menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan kemampuan, kreativitas, dan keberanian dalam menghadirkan gagasan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki potensi dan kreativitas yang perlu terus dikembangkan," ungkap Ima, Kamis (29/10/2026).
Rektor sekaligus anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Bojonegoro itu berharap, mahasiswa agar menjadikan inovasi sebagai bagian dari budaya akademik, sehingga perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang untuk melahirkan solusi atas berbagai persoalan di tengah masyarakat.
"Kami berharap mereka tidak berhenti pada pencapaian ini, tetapi terus berinovasi dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat,” harapnya. [riz/mad]