Info Pertanian
Pertanian Ramah Lingkungan, Tingkatkan Produksi dan Tekan Biaya Operasional
Pemkab Bojonegoro terus mengupayakan pertanian ramah lingkungan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya usaha tani.
Pemkab Bojonegoro terus mengupayakan pertanian ramah lingkungan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya usaha tani.
Edukasi soal sampah tak selalu harus dilakukan lewat ceramah di dalam kelas. SDN Sudu 2, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, memilih cara berbeda dengan mengajak puluhan siswa dan guru belajar memilah sampah melalui permainan interaktif.
Warga Desa Sudu, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro mulai mengubah cara pandang terhadap sampah. Bukan lagi sekadar persoalan kebersihan, sampah anorganik kini dibidik sebagai sumber tambahan penghasilan warga.
Program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama SKK Migas mulai menunjukkan hasil nyata di sektor pertanian. Melalui penerapan sistem pertanian berkelanjutan di Desa Tengger, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, petani berhasil menekan biaya produksi budidaya jagung hingga 15–30 persen.
Pertanian hidroponik di Kabupaten Bojonegoro semakin berkembang dan diminati masyarakat. Berbagai komoditas mulai dibudidayakan dengan sistem hidroponik, mulai dari sayuran hingga buah-buahan. Salah satunya adalah budidaya melon hidroponik yang dikembangkan El Farm di Desa Sambongrejo, Kecamatan Sumberrejo.
Ketersediaan pupuk bersubsidi di UD Usaha Tani, Desa Ngraseh, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, dipastikan aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan petani selama musim tanam 2026. Total alokasi pupuk yang disiapkan mencapai 325,3 ton dan diperuntukkan bagi enam kelompok tani utama di wilayah tersebut.
Kabupaten Bojonegoro kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Daerah yang dikenal sebagai Bumi Angling Dharma ini, menjadi wilayah dengan tingkat penyerapan pupuk organik (Petroganik) tertinggi kedua di seluruh Indonesia selama dua tahun terakhir.
SMK Negeri Margomulyo terus menumbuhkan kepedulian lingkungan di kalangan siswa melalui kegiatan edukatif yang aplikatif. Kali ini, sekolah berkolaborasi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Sains dan Teknik Universitas Bojonegoro dalam sosialisasi dan praktik pengolahan limbah organik menggunakan biopori, Kamis (23/4/2026).
Pertamina Patra Niaga melalui unit Aviation Fuel Terminal (AFT) Minangkabau bersama masyarakat terlihat melakukan penanaman padi dengan metode pemanfaatan jerami di lahan pertanian Nagari Padang Toboh. Jerami yang sebelumnya kerap dibakar kini dimanfaatkan sebagai mulsa alami untuk menjaga kelembapan tanah, menekan gulma, serta memperbaiki kualitas lahan secara berkelanjutan.
Pertamina Patra Niaga terus memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan dan sosial melalui inovasi pengelolaan limbah berbasis masyarakat. Melalui unit Aviation Fuel Terminal (AFT) Minangkabau, perusahaan menghadirkan program SI CADIAK (Sistem Inovasi Cerdas Kelola Limbah) sebagai bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang mengusung konsep ekonomi sirkular di Nagari Padang Toboh.