Muhrim atau Mahrom? Ini Penjelasannya
Masyarakat umum banyak yang salah kaprah menyebut kerabat yang haram dinikah disebut muhrim. Padahal yang benar mahrom.
Masyarakat umum banyak yang salah kaprah menyebut kerabat yang haram dinikah disebut muhrim. Padahal yang benar mahrom.
Pekan ketiga Januari awal tahun 2024 ini, Calon Jemaah Haji (CJH) Kabupaten Bojonegoro baru melakukan pelunasan biaya haji dengan total 152 orang. Hal itu diungkapkan oleh Abdulloh Hafith selaku Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bojonegoro.
Rombongan Daulat Budaya Nusantara yaitu Pandawa Lima Budaya: Teguh Haryono, Sujiwo Tejo, Paox Iben Mudhaffar, Benny Zakaria dan Abdulloh Hamid membuka tahun 2024 dengan menggelar Sarasehan Kenduri Budaya dengan tema Macapat Refleksi Kehidupan melalui Jalan Kebudayaan, Senin (15/1/2024), di Mojokerto.
Dalam melaksanakan ibadah di Makkah, Calon Jemaah Haji (CJH) pastinya berharap dapat melakukan ibadah dengan sempurna. Maka, dibutuhkan banyak persiapan bagi para CJH Reguler maupun CJH Cadangan.
Calon Jemaah Haji (CJH) cadangan Kabupaten Bojonegoro memiliki kesiapan yang besar untuk berangkat ke tanah suci. Tercatat setidaknya 80 persen CJH cadangan Bojonegoro telah membuat surat pernyataan khusus, yang menunjukan kesiapannya.
Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BiPIH) Tahun 1445 H / 2024 telah diterbitkan oleh pemerintah pusat. Tepatnya yakni tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2024.
Perayaan Natal 2023 di Kabupaten Bojonegoro berjalan damai dan kondusif. Forum Kerukunan Umar Beragama (FKUB) Kabupaten Bojonegoro ikut menjaga kerukunan dan kebersamaan lintas agama di Kota Ledre, dengan mengunjungi gereja-gereja yang melangsungkan Natal tahun ini.
Bertepatan dengan Senin (25/12/2023) malam, Nyambong Roso yang digawangi Habib Abdurrahman Al Atos menggelar Harlah ke 1.
Kapolres Bojonegoro bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bojonegoro meninjau sejumlah gereja di Kota Bojonegoro yang melaksanakan ibadah Natal, Minggu (24/12/2023).
Menurut cerita sesepuh Desa Mlideg, Kecamatan Kedungadem, dari zaman dahulu kala pada saat penjajahan Belanda hingga masa penjajahan Jepang, desa ini terkenal sebagai desa yang aman dan tentram, sehingga tidak sedikit pelarian yang dikejar-kejar penjajahan lari ke Desa Mlideg.