Meski sedang naik daun, Cak Percil tak lupa akan anggotanya, hal tersebut seperti terlihat pada saat akan tampil di Festival Banyu Urip (FBU), dalam rangka merayakan Hari Jadi ke-6 Kecamatan Gayam sekaligus memeriahkan Hari Jadi ke-341 Kabupaten Bojonegoro.
Penghijauan di Lapangan Migas Banyuurip, Blok Cepu terus dilakukan oleh operator ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). Di antaranya adalah menanam Pohon Gayam (Inocarpus Fagifer) yang telah mulai sulit ditemukan.
Operator Lapangan Migas Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) telah menanam 6 pohon Gayam di area flyover Lapangan Banyuurip yang bisa langsung terlihat warga dari jalan raya Bojonegoro-Cepu. Secara keseluruhan, EMCL sudah menanam 11.095 pohon di dalam lingkungan Lapangan Banyuurip. Ditargetkan pada 2019 akan tertanam 12.900 pohon. Mulai dari pohon buah, pohon peneduh, hingga pohon pengarah.
Sekitar enam sekolah di sekitar lapangan Banyuurip, Blok Cepu, menyuguhkan bermacam-macam hasil karya dalam acara Harmoni Banyuurip 2018. Acara yang didukung penuh oleh Exxon Mobil Cepu Limited (EMCL) ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Kalitidu pada Jumat (31/8/2018).
Saat ini, di wisata air hangat atau Banyu Kuning di Dusun Jumblangjati, Desa Krondonan, Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro telah diberikan papan pengumuman dan informasi. Di papan pengumuman yang berada di sekitar tempat tersebut menunjukan beberapa potensi dan kandungan air hangat tersebut.
Wisata yang terletak di Dusun Jomblang, Desa Krondonan, Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro, yaitu air hangat atau biasa disebut banyu kuning, kini makin memikat. Sebab, tempatnya kini sudah makin terang.
apangan minyak Banyu Urip sebagai industri hulu migas terbesar di Bojonegoro saat ini selalu menarik perhatian banyak pihak. Tidak hanya karena jumlah produksinya yang besar, namun aspek relijiusnya pun menarik. Hal inilah yang melatari Forum Kerukunan Antra Umat Beragama (FKUB) Bojonegoro mengunjungi lapangan minyak yang dioperatori ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) tersebut pada Rabu (8/11/17).
Menginjak usia ke-340, Bojonegoro dan masyarakatnya sudah semakin tumbuh. Nama Kabupaten Bojonegoro kini sudah sangat familiar di telinga masyarakat nusantara. Prestasi demi prestasi diraih Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Angka kemiskinan menurun, pendapatan daerah meningkat. Geliat ekonomi masyarakat tumbuh dan berkembang seiring dengan bergulirnya industri minyak dan gas bumi di kota ledre ini. “Meski masih ada yang harus dievaluasi dan perlu inovasi, namun kita patut berbangga dengan semangat positif dan kemandirian masyarakat yang semakin hari kian meningkat,” ucap Bupati DR. Suyoto, M.Si.