Peduli, BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro Bagikan Takjil
Memasuki bulan suci Ramadan tak disia-siakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Bojonegoro, untuk berbagi berkah dan menjalin kebersamaan dengan warga.
Memasuki bulan suci Ramadan tak disia-siakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Bojonegoro, untuk berbagi berkah dan menjalin kebersamaan dengan warga.
Bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN -KIS) selama libur Lebaran tidak perlu khawatir dengan pelayanan kesehatan dari BPJS. Pasalnya dari H-8 sampai dengan H+8 Idul Fitri 1439 atau tanggal 7 - 23 Juni 2018, peserta BPJS tetap berhak menikmati pelayanan jaminan kesehatan. Bagi yang pergi keluar kota atau mudik juga tetap dapat menggunakan pelayanan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), meskipun tidak terdaftar di pelayanan tersebut.
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan cabang Bojonegoro, melakukan kegiatan sosial dengan menjual sembako murah di Kantor BPJS Ketenagakerjaan yang berlolasi di JL. Untung Suropati Kecamatan Kota Kabupaten Bojonegoro, Selasa (29/5/2018).
BPJS Ketenagakerjaan (BPJS-Tk) Cabang Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim) terus mendorong para kepala daerah untuk melindungi pegawainya dengan jaminan sosial.
Setelah beredar foto berisi enam kasus kegawatdaruratan yang ditanggung Badan Penyelenggaan Jaminan Kesehatan (BPJS) alias gratis adalah tidak benar.
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Bojonegoro, telah memutus kontrak dengan RS Aisiyah Bojonegoro pada 1 Aprli 2018 kemarin. Pemutusan kontrak disebabkan lantaran RS yang berada di Jalan Hasyim Asyari No.17, Sumbang, Bojonegoro melakukan fraud (kecurangan), seperti memungut biaya tambahan kepada pasien, atau keluhan pasien yang terlalu banyak.
Persoalan keluhan masyarakat yang mengantri maupun pemberhentian kerjasama rumah sakit, tidak sepenuhnya kesalahan BPJS Kesehatan. Namun Kepala BPJS Kesehatan, Masrur Ridwan meminta pelayanan kesehatan harus diperbaiki.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro melakukan hearing, dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS ) Kesehatan di ruang Komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro, Senin (9/4/2018). Hal itu dilakukan setelah adanya keluhan masyarakat.
Ratusan bahkan ribuan pasien setiap hari mendatangi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sosodoro Djati Koesoemo Bojonegoro, untuk berobat. Bahkan, selama satu minggu ini banyak pasien yang terlantar di ruang tunggu, ada juga yang menunggu sampai di luar pintu.
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-TK) Cabang Bojonegoro, semakin melebarkan sayap untuk menyasar seluruh perangkat desa di Kabupaten Bojonegoro. Tahun ini, BPJS-TK menargetkan seluruh perangkat desa di Kota Ledre sudah menjadi peserta.