Lima Desa di Bojonegoro Kekeringan, BPBD Dropping Air Bersih
Tercatat ada lima desa di empat kecamatan yang ada di Kabupaten Bojonegoro mengalami kekeringan akibat musim kemarau yang berlangsung sejak bulan Agustus lalu.
Tercatat ada lima desa di empat kecamatan yang ada di Kabupaten Bojonegoro mengalami kekeringan akibat musim kemarau yang berlangsung sejak bulan Agustus lalu.
Memasuki musim kemarau, satu desa di Kabupaten Bojonegoro telah mengajukan untuk dropping air bersih, yakni Desa Sumberejo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro.
Memasuki musim kemarau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, menyiapkan air bersih 400 tangki. Hal itu, dilakukan untuk menyuplai kebutuhan air bersih bagi desa yang menjadi langganan kekeringan. Di antaranya sebanyak 19 desa, di 8 kecamatan yang rawan kekeringan dan krisis air bersih.
Memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro mulai memetakan daerah yang rawan kekeringan. Mengacu pada peta daerah rawan kekeringan tahun 2021 terdapat 20 desa di Kabupaten Bojonegoro yang terancam mengalami kekeringan.
Memasuki musim hujan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, telah menghentikan penyaluran dropping air bersih. Sebab, desa terdampak kekeringan sudah berhenti mengajukan permintaan air bersih.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, mencatat sebanyak 15 Desa di Kabupaten Bojonegoro tengah mengalami kekeringan. Pihaknya berupaya menyalurkan ratusan tangki air bersih untuk wilayah terdampak kekeringan.
Menurut prediksi BMKG, saat ini Indonesia memasuki musim kemarau basah. Berbeda dengan kemarau kering, kemarau basah ini masih ada potensi hujan yang akan terjadi. Mengingat Bojonegoro menjadi wilayah yang rawan bencana kekeringan saat musim kemarau, BPBD Bojonegoro melakukan persiapan untuk mendistribusikan air bersih kepada wilayah-wilayah yang terdampak bencana kekeringan.
Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro menggelar Rapat Kerja (Raker) dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bojonegoro serta Dinas PU SDA terkait kebutuhan air dalam musim tanam padi bulan Mei.
Mendekati musim kemarau dan kekeringan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, terus mengimbau kepada masyarakat untuk lebih bijak dalam penggunaan air bersih. Mengingat wilayah Bojonegoro masuk kategori rawan bencana kekeringan saat musim kemarau terjadi.
Masyarakat Kabupaten Bojonegoro mulai bebas dari cekaman kemarau dan bencana kekeringan. Memasuki awal musim penghujan, BPBD Bojonegoro sudah tidak lagi menerima permintaan bantuan air bersih dari masyarakat.