Skip to main content

Category : Tag: Man 2


HAB Kemenag ke-80 Tahun 2025

Ribuan Peserta Meriahkan Fun Walk GRB Hari Amal Bhakti ke-80 Kemenag di Bojonegoro

Ribuan peserta dari keluarga besar Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bojonegoro memadati halaman MAN 2 Bojonegoro, Kamis (18/12/2025) pagi, untuk mengikuti Fun Walk GRB dalam rangka memperingati Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia.

Info Madrasah

Tiga Siswa Madrasah Bojonegoro Raih Prestasi di Olimpiade Madrasah Indonesia 2025

Prestasi gemilang kembali diraih oleh generasi madrasah Bojonegoro pada Ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025 tingkat nasional yang digelar di Provinsi Banten. Tiga siswa yang berasal dari MAN 2 dan MAN 5 Bojonegoro berhasil membawa pulang medali pada kompetisi bergengsi tersebut.

Tiga Siswi MAN 2 Bojonegoro Melaju ke OMI Nasional, Cermin Ketekunan dan Sistem Pembinaan Serius

Tiga siswa MAN 2 Bojonegoro berhasil menembus ketatnya seleksi Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Provinsi Jawa Timur 2025 dan kini bersiap melaju ke tingkat nasional. Mereka adalah Siti Ai’zatul Qibtiyah Meidhita (Biologi), Tsanian Fitri Anwar H (Geografi), dan Maimuna Zahroun Nikmah (Kimia). Ketiganya menerima penghargaan dari Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro, berupa piagam dan uang pembinaan.

MAN 2 Bojonegoro Ukir Prestasi Ganda di Bidang Akademik dan Olahraga

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bojonegoro kembali menunjukkan eksistensinya sebagai madrasah unggulan yang konsisten mencetak prestasi di berbagai bidang. Tahun ini, madrasah yang terletak di Jl. Monginsidi No. 158 Sukorejo, Bojonegoro ini berhasil mencatatkan pencapaian gemilang, tidak hanya dalam kompetisi akademik melalui Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI), tetapi juga di arena olahraga melalui Pekan Olahraga Pelajar (POP) Kabupaten Bojonegoro 2025.

SMAN 2 Taruna Pamong Praja Diduga Pungli Calon Siswa Rp30 Juta

Proses penerimaan siswa baru di SMAN 2 Taruna Pamong Praja Jawa Timur di Kabupaten Bojonegoro tahun ajaran 2025 diwarnai dugaan pungutan liar (Pungli). Bahkan, salah satu wali murid calon siswa mengaku dimintai uang senilai Rp30 juta.