Myrasuci Indriani
Tembok Kokoh Rajawali O2C Ciparay dari Timnas Indonesia
Siapa yang tidak kenal tembok kuat Tim Nasional Putri Voli Indonesia. Ia adalah Myrasuci Indriani, yang di Final Four nanti akan membela Rajawali O2C Ciparay.
Siapa yang tidak kenal tembok kuat Tim Nasional Putri Voli Indonesia. Ia adalah Myrasuci Indriani, yang di Final Four nanti akan membela Rajawali O2C Ciparay.
Petrokimia Gresik Pupuk Indonesia akan menjamu Surabaya Bank Jatim, mengawali rangkian Final Four Livoli Putra Divisi Utama 2025 di GOR Ki Mageti, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Jumat (10/10/2025).
Partai puncak Livoli Divisi Utama 2025, yakni Final Four sektor putri yang digelar mulai 10 sampai 19 Oktober 2025 di GOR Ki Mageti, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, semua tim akan menunjukkan pemain-pemain terbaiknya. Selain opposite, outside hitter dan setter, juga middle blocker yang patut diperhitungkan.
Penggemar voli di Indonesia dikejutkan dengan mengkilapnya atlet voli putri Rajawali O2C Ciparay, Syelomitha. Pemilik nama lengkap Syelomitha Avrilafiza Injilia Wongkar, membuat lawannya geleng-geleng kepala.
Menjadi Juara Seri Reguler I Pool EE Livolo Divisi Utama 2025 yang bermain di GOR Nambo, Tangerang, awal September lalu, benar-benar membuat volimania kagum. Sebab, mereka bisa mengandaskan Surabaya Bank Jatim dengan pemain-pemain berpengelamannya.
Jika melihat hasil babak penyisihan dan materi pemain yang akan ditampilkan saat Final Four Livoli Divisi Utama 2025, Tim Putri Petrokimia Gresik Pupuk Indonesia dan Surabaya Bank Jatim banyak diunggulkan oleh volimania.
Saat Final Four Livoli Divisi Utama 2025 yang rencananya digelar 10-19 Oktober 2025 di GOR Ki Mageti, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, para setter putri yang rupawan dan rata-rata telah berlabel punggawa Tim Nasional (Timnas) akan saling beradu kecerdikan.
Siapa yang akan menjadi Juara Livoli Divisi Utama 2025 dari sektor putri? Jawabnya masih harus ditunggu saat perhetalan Final Four yang rencananya digelar 10-19 Oktober 2025 di GOR Ki Mageti, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.
Hujan yang masih terkadang datang membuat sebagian petani tembakau was-was. Apalagi, mereka yang tanam belakang di Kecamatan Kanor maupun Baureno, Kabupaten Bojonegoro.
Kondisi musim yang belum menentu hingga pertengahan tahun 2025, membuat petani ketar-ketir menanam tembakau. Akibatnya, hingga Juli 2025, luas tanam tercatat 11.320 hektare dengan sebaran di 26 kecamatan.