Menakar Efektivitas Deklarasi Anti Gengster
Aksi kekerasan maupun tawuran tampaknya masih sangat lekat dan identik dengan kalangan remaja. Asumsi ini muncul karena seringnya kaum remaja terlibat dalam berbagai aksi kekerasan yang terjadi. Dan baru-baru ini, aksi kekerasan yang melibatkan para remaja kembali terulang dengan adanya kelompok (baca: gangster) di beberapa daerah di Indonesia bahkan aksi kekerasan ini tidak jarang mengakibatkan korban jiwa. Tidakan anarikis ini jika dibiarkan berlarut-larut maka tidak menutup kemungkinan juga akan semakin meluas dan merambah ke kalangan pelajar, oleh karena itu jajaran dinas pendidikan melalui sekolah-sekolah berupaya keras untuk mencegah agar jangan sampai ada berita mengenai keterlibatan siswa dalam tidak kekerasan yang dilakukan oleh kelompok gangster.