Tak Mampu Tahan Derasnya Air, Tanggul Sambiroto Jebol
Warga di Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro hanya bisa gigit jari karena tanggul yang ada di daerah tersebut jebol karena tidak mampu menahan air yang melintasi Kali Kloro.
Warga di Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro hanya bisa gigit jari karena tanggul yang ada di daerah tersebut jebol karena tidak mampu menahan air yang melintasi Kali Kloro.
Selain menjadi kekuatan baru ekonomi Kabupaten Bojonegoro, Kecamatan Kanor juga menjadi Kecamatan dengan pendaftar Calon Jamaah Haji (CJH) terbanyak di Kota Ledre (sebutan Kabupaten Bojonegoro). Hal tersebut, mulai terlihat dari tahun 2014 dengan setiap tahunnya ada pendaftar sekitar 50 lebih CJH.
Setelah dibangunnya tanggul utama Sungai Benggawan Solo pada tahun 2012, ekonomi masyarakat Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro berubah drastis. Pasalnya, hampir keseluruhan pekerjaan masyarakat Kecamatan Kanor adalah para petani.
Pembangunan waduk di Desa Karangmangu, Kecmatan Ngambon, Kabupaten Bojonegoro belum rampung. Ironisnya, di tengah proses pembangunan tembok yang terbuat dari tanah jebol akibat diterjang banjir.
Beredarnya informasi bahwa BPJS Kesehatan tak lagi menanggung semua biaya delapan penyakit katastropik seperti jantung, gagal ginjal, kanker, stroke, sirosis hepatitis, thalassemia, leukimia, dan hemofilia, disikapi BPJS Bojonegoro.
Terakit wacana untuk menerapkan cost sharing akibat defisit yang terlalu tinggi yang dialami oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Humas Rumah Sakit Daerah Umum (RSUD) Sosodor Djatikoesomo, Thomas Djaja mengungkapkan, tidak tahu persoalan tersebut. Namun menurutnya, sampai saat ini biaya untuk penyakit katastropik masih ditanggung BPJS Kesehatan.
Rencana Badan Penyelenggara Jaminan sosial (BPJS) Kesehatan yang tidak menanggung 8 penyakit katastropik membuat resah banyak orang. Kedelapan penyakit tersebut diantaranya jantung, kanker, stroke, leukimia, ginjal, talesemia, hipatitis, hemofilia.
Kondisi di Kabupaten Bojonegoro setiap saat rentan terjadi bencana, termasuk daerah pedesaan. Sehingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro memperuat kapasitas menjadi desa tangguh bencana.
Untuk mengatisipasi terjadinya banjir saat musim penghujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, besama masyarakat Desa/Kecamatan Kanor beberapa waktu lalu bergotong royong memperbaiki tanggul.
Setelah kedatangan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Willem Rampangilei, Kamis (14/9/2017) tadi, Kepala Desa Kanor, Ramlah berharap agar perbaikan tanggul yang sudah kritis tersebut segera terealisasi.