2019, BPBD Digelontor Anggaran Rp8 M
Tahun 2019 ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, digelontor anggaran sebesar Rp8 miliar lebih (Rp8.577.576 567) untuk kebutuhan operasional dan kebencanaan di Kabupaten Bojonegoro.
Tahun 2019 ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, digelontor anggaran sebesar Rp8 miliar lebih (Rp8.577.576 567) untuk kebutuhan operasional dan kebencanaan di Kabupaten Bojonegoro.
Kesadaran tanggap bencana perlu dilakukan sosialisasi kepada para siswa. Pasalnya, saat terjadi bencana biasanya jatuh korban dikarenakan akibat kurangnya pemahaman kepada siswa, akan cara-cara yang benar untuk menghadapi bencana.
Bencana Tsunami dan longsor yang melanda Selat Sunda dan Lampung menjadi duka bangsa Indonesia. Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bojonegoro adakan penggalangan dana.
Kejadian tsunami di Banten dan Lampung, Sabtu (22/12/2018) mengejutkan banyak pihak serta menelan banyak korban jiwa dan luka-luka.
Kabupaten Bojonegoro yang menjadi daerah rawan bencana, membuat seluruh elemen masyarakat harus siap menghadapi bencana. Seperti yang dilakukan Palang Merah Indonesia (PMI), melakukan pembekalan kesiapsiagaan bencana pada anggota Satlinmas dan relawan di Kecamatan Sumberrejo.
Setelah penggalangan dana yang dilakukan beberapa waktu lalu Slankers Bojonegoro mengadakan dzikir dan doa bersama anak yatim untuk korban gempa dan tsunami di Donggala, Palu, Sulawesi Tengah. Bertempat di Panti Asuhan Ar-Rahman Desa Sukorejo, Kecamatan Kabupaten Bojonegoro, Rabu, (10/10/2018).
Memasuki musim kemarau dimungkinkan rentan terjadi bencana alam, seperti kebakaran. Untuk mengantisipasi hal itu, aktivis berbagai elemen di Desa Tebon, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro melakukan kerja bakti, Sabtu (28/7/2018).
Terjadinya bencana di Kabupaten Bojonegoro perlu diantisipasi dan ditanggulangi semua pihak, karena setiap musim kemarau maupun penghujan Kota Ledre dapat dipastikan akan terjadi bencana alam mulai banjir Bengawan Solo maupun banjir bandang, kekeringan, tanah gerak maupun yang lainnya. Padahal, Kabupaten Bojonegoro yang terbagi menjadi 28 kecamatan sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) nomor 7 tahun 2012, tentang penanggulangan bencana. Tetapi kesiapsiagaan terkait kebencanaan belum sepenuhnya tertangani secara maksimal.
Pintu chek dam tanggul yang terletak di Desa Sarangan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, dikabarkan mengalami kebocoran, sehingga air dari bengawan solo merembes masuk di sela-sela karet yang terkelupas atau melalui sela pintu dam, yang mengakibatkan 3 RT terendam air.
Hingga siang ini, Sabtu (24/2/2018), para pengungsi korban banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo di Kota Bojonegoro belum diperbolehkan pulang, meski Tinggi Muka Air (TMA) terpantau berangsur turun dari Siaga III menjadi Siaga II. Disamping itu pemukiman para pengungsi hingga saat ini juga masih tergenang banjir.