Puncak kemarau sudah tampak terlihat, kondisi tersebut dibuktikan dengan panasnya terik matahari. Hal itu membuat beberpa wilayah di Kabupaten Bojonegoro mengalami kekurangan air (kekeringan).
Suparti (56) warga Dusun Bujel, Desa Suwaloh, Kecamatan Balen tak menyangka rumah yang ditempatinya bertahun-tahun harus rata dengan tanah. Rumah Suparti roboh akibat diterjang angin kencang Sabtu (28/7/2018).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, terus melakukan pemantauan terhadap desa desa yang selama musim kemarau ini menjadi langganan kekeringan dan kesulitan air bersih.
Memasuki akhir Juli 2018 ini, meski musim kemarau baru satu daerah yang mengajukan permintaan bantuan air bersih kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro.
Bencana kekeringan dipastikan terjadi setiap tahunnya di Kabupaten Bojonegoro. Namun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro memprediksi kekeringan tahun ini tidak terlalu parah.
Musim kemarau tahun 2018 ini, dimungkinkan Kabupaten Bojonegoro terjadi kekurangan air bersih. Sehingga Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro sudah mengantisipasi bencana tahunan tersebut dengan menyiapkan air bersih.
Terjadinya bencana di Kabupaten Bojonegoro perlu diantisipasi dan ditanggulangi semua pihak, karena setiap musim kemarau maupun penghujan Kota Ledre dapat dipastikan akan terjadi bencana alam mulai banjir Bengawan Solo maupun banjir bandang, kekeringan, tanah gerak maupun yang lainnya. Padahal, Kabupaten Bojonegoro yang terbagi menjadi 28 kecamatan sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) nomor 7 tahun 2012, tentang penanggulangan bencana. Tetapi kesiapsiagaan terkait kebencanaan belum sepenuhnya tertangani secara maksimal.
Meski sudah memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, mengklaim belum ada desa yang melaporkan desanya terkena dampak kekeringan akibat musim kemarau.
musim kemarau ini, ini sangat berdampak pada petani tanaman cabai di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander. Pasalnya hasil cabai kurang maksimal bahkan banyak yang kering dan busuk akibat kurangnya pasokan air.