#blokBojonegoroTV
Kekeringan, Warga Senang Dapat Droping Air
Kekeringan, Warga Senang Dapat Droping Air
Kekeringan, Warga Senang Dapat Droping Air
Di Kecamatan Sukosewu, setiap musim kemarau melanda, terdapat empat desa yang tergolong sulit air bersih, yakni Desa Sumberjokidul, Sidorejo, Purwoasri dan Pacing, sehingga perlu droping air bersih.
Droping air bersih yang dilakukan oleh Bakorwil Bojonegoro dan BPBD Bojonegoro, diKekeringan yang melanda didesa Sumberjo Kidul, Kecamatan Sukosewu, tepatnya Dusun Sembungrejo, disambut gembira oleh warga desa setempat.
Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro, menjatuhkan pelaku pencabulan anak dibawah umur dengan pidana 6 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan. Tuntutan itu lebih ringan dibandingkan tuntutan sebelumnya yakni 7 tahun dibui denda Rp500 juta subsider 6 bulan.
Kekeringan hampir terjadi di seluruh daerah saat musim kemarau seperti ini. Seperti halnya dengan wilayah Kabupaten Bojonegoro. Berdasarkan pemetaan yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terdapat 19 Kecamatan dan 74 desa yang berpotensi mengalami kekeringan di tahun 2019 ini.
Sebanyak 19 Desa dari 11 Kecamatan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur sudah mengalami krisis air bersih di musim kemarau tahun ini.
Musim kemarau yang terjadi di wilayah Kabupaten Bojonegoro, menyebabkan ribuan hektar sawah milik petani mengalami kekeringan dikarenakan kekurangan air. Akibat kekeringan itu, ribuan hektar yang sudah tanaman milik petani terancam gagal dan mati tanaman padinya.
Musim kemarau yang melanda di berbagai wilayah Kabupaten Bojonegoro, Dinas Pertanian (Disperta) Bojonegoro mengklaim ada ribuan hektar lahan yang terkena dampaknya. Ada ribuan hektar, akibat kekeringan itu menyebabkan tanaman milik petani terancam puso atau gagal panen.
Awal musim kemarau membuat petani Kecamatan Kepohbaru mulai resah lantran sulitnya mendapatkan air untuk mengairi sawah mereka yang terlanjur ditanami padi. Beberapa sungai yang ada di wilayah tersebut juga sudah mulai kering.
Awal kemarau sudah mulai dirasakan sebagian masyarakat Bojonegoro, meski bisa dibilang baru menginjak musim kemarau beberapa wilayah sudah mengeluh kesulitan air, terlebih untuk pertanian.