Skip to main content

Category : Tag: Kurikulum


LP Ma’arif NU Bojonegoro Kolaborasi dengan Airlangga Gelar Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka Berbasis Cinta

Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Nahdlatul Ulama (NU) Bojonegoro berkolaborasi dengan Airlangga, hari ini menggelar Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka Berbasis Cinta (KBC) di Aula Lantai 3 Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro. Kegiatan ini diikuti lebih dari 250 peserta yang terdiri dari kepala madrasah, kepala sekolah, serta wakil kepala bidang kurikulum madrasah dan SD se-Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (10/1/2026).

Kolom

Deforestasi dan Ekoliterasi

Kalau ada satu suara alam yang dulu paling mudah kita dengar, mungkin itu adalah desir angin yang menembus rimbun pepohonan. Tapi hari ini, desir itu makin lirih—bahkan di banyak tempat sudah berubah menjadi gema gergaji mesin. Deforestasi bukan lagi sekadar isu aktivis atau materi seminar lingkungan; ia sudah menjadi bagian dari keseharian kita. Banjir tahunan, kekeringan yang makin panjang, tanah longsor, hingga harga pangan yang naik-turun seperti grafik saham—semuanya punya akar yang sama: hutan yang menyusut.

Info Madrasah

Kemenag Bojonegoro Siapkan Penerapan Kurikulum Berbasis Cinta Lewat Peran Pengawas

Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bojonegoro mulai menyiapkan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di seluruh jenjang madrasah, mulai dari RA, MI, MTs, hingga MA. Meski tanpa dukungan anggaran dari pusat, Kemenag tetap optimistis melangkah dengan memaksimalkan peran para pengawas.

Info Madrasah

Siapkan Fasilitator Penerapan Kurikulum Berbasis Cinta

Kementerian Agama telah merilis panduan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Tahap selanjutnya, Kemenag siapkan para fasilitator untuk percepatan implementasi KBC. Puluhan fasilitator digembleng dalam Pra-Pelatihan Fasilitator (Training of Facilitator) pada 7–10 Agustus 2025 di Peacesantren Welas Asih Garut Jawa Barat.

Kolom

Menguatkan Karakter Kebangsaan Lewat Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah

Di tengah riuhnya perbincangan soal degradasi moral generasi muda, ada satu kata kunci yang sering luput kita bicarakan: cinta. Cinta di sini bukan sekadar urusan hati ala drama Korea, melainkan sebuah nilai fundamental yang, jika ditanamkan sejak dini, mampu melahirkan generasi yang berkarakter kuat, berjiwa nasionalis, sekaligus berakhlak mulia.