Hingga Kini, Baru Ada 1 Permintaan Bantuan 1 Tangki Air
Memasuki akhir Juli 2018 ini, meski musim kemarau baru satu daerah yang mengajukan permintaan bantuan air bersih kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro.
Memasuki akhir Juli 2018 ini, meski musim kemarau baru satu daerah yang mengajukan permintaan bantuan air bersih kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro.
Bencana kekeringan dipastikan terjadi setiap tahunnya di Kabupaten Bojonegoro. Namun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro memprediksi kekeringan tahun ini tidak terlalu parah.
Musim kemarau tahun 2018 ini, dimungkinkan Kabupaten Bojonegoro terjadi kekurangan air bersih. Sehingga Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro sudah mengantisipasi bencana tahunan tersebut dengan menyiapkan air bersih.
631 bakal calon legislatif (Bacaleg) dari 16 partai politik telah didaftrakan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bojonegoro, Selasa (17/7/2018) kemarin. Dari keseluruhan partai, ada beberapa partai Bacalegnya minim.
Terjadinya bencana di Kabupaten Bojonegoro perlu diantisipasi dan ditanggulangi semua pihak, karena setiap musim kemarau maupun penghujan Kota Ledre dapat dipastikan akan terjadi bencana alam mulai banjir Bengawan Solo maupun banjir bandang, kekeringan, tanah gerak maupun yang lainnya. Padahal, Kabupaten Bojonegoro yang terbagi menjadi 28 kecamatan sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) nomor 7 tahun 2012, tentang penanggulangan bencana. Tetapi kesiapsiagaan terkait kebencanaan belum sepenuhnya tertangani secara maksimal.
Meski sudah memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, mengklaim belum ada desa yang melaporkan desanya terkena dampak kekeringan akibat musim kemarau.
Peningkatan volume kendaraan yang melintas saat Lebaran ini berpengaruh pula pada antrean kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Terlihat, beberapa SPBU yang berada di sepanjang jalur Bojonegoro-Babat antreannya mengular.
Beberapa hari terakhir, matahari di atas Kota Bojonegoro bersinar sangat terik. Tak pelak membuat sebagian warga mengeluh karena cuaca panas tersebut.
Menjelang hari raya Idul Fitri 1439 H, Pertamina memprediksi terjadinya peningkatan konsumsi pada produk LPG bersubsidi (3 kg) rata-rata sebesar 7%, dari konsumsi normal sebesar 94.679 Metric Ton (MT) / Bulan menjadi 101.307 MT/Bulan.
Pertamina Marketing Operation Region V (MOR V) Wilayah Jawa Timur Bali dan Nusa Tenggara meluncurkan tim satgas penyaluran BBM dan LPG Idul Fitri 1439 H.