Awal Tahun, Nasabah Pegadaian Meningkat
Di awal tahun 2017, nasabah pergadaian meningkat. Di awal tahun ini banyak masyarakat yang membutuhkan uang untuk kebutuhan dan mengadaikan barang yang dimiliki.
Di awal tahun 2017, nasabah pergadaian meningkat. Di awal tahun ini banyak masyarakat yang membutuhkan uang untuk kebutuhan dan mengadaikan barang yang dimiliki.
Tabungan emas program dari pegadaian semakin banyak peminat. Saat harga emas sedang turun seperti ini memang waktu yang tepat untuk masyarakat berinvestasi emas. Pasalnya harga emas bisa dijual dengan harga murah.
Pemakaian dana kredit oleh debitur di PT Pegadaian (Persero) Cabang Bojonegoro mendominasi sepanjang tahun 2016 adalah dari kantor unit Kalitidu. Capaian angka Out Standing Loan (OSL) selama periode tahun 2016 sebesar Rp46,9 miliar.
Selain nilainya stabil sehingga cocok untuk investasi, emas juga bisa dijadikan sumber dana darurat dengan sistem gadai. Perhiasan emas masih mendominasi barang yang dipakai agunan di Kantor Pegadaian Cabang Bojonegoro. Tercatat hampir, 90% barang agunan yang saat ini adalah perhiasan emas seperti kalung, gelang, cincin, dan beberapa jenis perhiasan lainnya.
Berdasarkan kebijakan dari OJK dan BUMN, setiap Cabang Pegadaian diberikan target untuk menuntaskan program tabungan emas. Naiknya harga emas batangan jenis logam mulia PT Antam berpengrauh terhadap investasi emas di kantor PT Pegadaian Bojonegoro.
Di pertengahan bulan Januari ini, Pegadaian Bojonegoro ramai didatangi petani yang ingin menggadaikan barang berharganya. Karena saat tanam, petani memerlukan modal yang lumayan untuk bibit dan biaya tanam.
Saat ini unit yang berada di bawah kantor Pegadaian Cabang Bojonegoro berkurang, dari yang sebelumnya ada enam unit pegadaian di tahun 2016 ini hanya tinggal tiga unit, yaitu Padagang, Kalitidu, dan Banjarrejo.
Sampai akhir tahun 2016, Kantor Cabang Pegadaian Kabupaten Bojonegoro mencatat, jumlah pemakaian dana kredit oleh debitur Out Standing Loan (OSL) memenuhi target. Tercatat sampai akhir tahun, OSL sebesar Rp46,9 miliar dari target yang ditetapkan sebesar Rp43 miliar.