Tak Mampu Menahan Debit Air, Jembatan di Tambakrejo Ambrol
Akibat banjir luapan sungai Desa Bakalan, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro pada Selasa (5/2/2019) petang, menyebabkan jembatan sungai tersebut putus.
Akibat banjir luapan sungai Desa Bakalan, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro pada Selasa (5/2/2019) petang, menyebabkan jembatan sungai tersebut putus.
Hingga saat ini, korban hanyut di anak Kali Pacal (lor kali) Dusun Gondang, Desa/Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro pada Kamis (31/1/2019) lalu belum ditemukan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (PU SDA) menganggarkan Rp1,3 miliar lebih untuk normalisasi kali/sungai di wilayah setempat.
Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (PU-SDA) Bojonegoro tahun 2019 ini berencana melakukan normalisasi puluhan sungai yang tersebar di 11 kecamatan.
Sabtu (19/1/2018), aliran Sungai Mekuris terpantau masih deras. Sungai ini jadi titik kumpul air dari selatan. Jum'at kemarin (18/1/2019), tiga titik tanggul jebol di Desa Bogangin Kecamatan Sumberrejo. Tanggul jebol karena tak mampu menampung debit air yang meluap. Sehingga jalan, rumah dan area pertanian warga tergenang.
Menjadi pemicu jebolnya 3 titik Bendungan di Desa Bogangin, Kecamatan Sumberejo, hingga saat ini Sabtu(19/1/2018), aliran Sungai Mekuris masih deras. Derasnya aliran air ini disebabkan karena Sungai Mekuris menjadi titik kumpul air dari daerah selatan, khususnya Kedungadem dan sekitarnya.
Hujan deras yang melanda sejumlah wilayah di Bojonegoro kemarin, mengakibatkan banjir seperti di Desa Bumirejo Kecamatan Kepohbaru, Desa Jumput dan Desa Semen Kidul Kecamatan Sukosewu, dan Desa Bogangin Kecamatan Sumberrejo.
Sebagian warga Dusun Daplangu, Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro kekurangan air bersih. Bahkan, mereka rela mereka menggali sungai yang kering.
Guna mengentaskan kemiskinan, Pemerintah Desa Plesungan, Kecamatan Kapas melakukan rehab atau perbaikan puluhan rumah warganya. Perbaikan rumah tersebut diperuntukan kepada warga lanjut usia (lansia) di desa setempat.
Polres Mojokerto akhirnya berhasil mengungkap pelaku pembunuhan keji Miftahul Huda (32) warga Dusun Sawahan, Desa/Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro yang ditikam hingga 50 kali hingga tersungkur di parit areal persawahan Desa Mojoranu, Sooko, Mojokerto.