Pembelajaran yang Ideal
Dalam proses pembelajaran ada dua hal yang sangat erat kaitannya dan tak dapat dipisahkan. Apa itu? Ya, guru dan siswa.
Dalam proses pembelajaran ada dua hal yang sangat erat kaitannya dan tak dapat dipisahkan. Apa itu? Ya, guru dan siswa.
Korban dan pelaku pembacokan terhadap sesama anak di bawah umur, kini berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro untuk mendapatkan perawatan secara intensif. Pasalnya, korban mengalami patah tulang di kaki sebelah kanan.
Di Tahun 2022 ini ada 5.586 siswa SMA sederajat baik itu negeri dan swasta di Kabupaten Bojonegoro yang dinyatakan lulus sekolah, yang diumumkan pada 5 Mei 2022.
Seorang bocah 12 tahun yang berinisial GA, meninggal akibat tenggelam di embung Nglambangan, Desa Jatimulyo, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (8/5/2022).
Momen Idul Fitri 2022, kini masyarakat diizinkan mudik ke kampung halaman. Momen ini menjadi tahun pertama diperbolehkan mudik setelah dua tahun berturut-turut mudik dilarang karena situasi Covid-19.
Mahasiswa Universitas Sunan Giri (Unugiri) menggelar Pemilihan Raya Mahasiswa (Pemira). Pemungutan suara berlangsung secara online melalui E-voting pada Sabtu, (22/04/2022).
Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro berkoordinasi dengan Dinas sosial, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil untuk melakukan pemutakhiran data untuk Program Indonesia Pintar (PIP).
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bojonegoro periode 2021/2022, siang ini melakukan aksi demo di halaman gedung Dewan Perwakilan Eakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Rabu (20/4/2022).
Ratusan Mahasiswa asal Bojonegoro atau calon penerima beasiswa Satu Desa Dua Sarjana dan juga scientist, menandatangani kuitansi pencairan beasiswa. Kegiatan penandatanganan pencairan beasiswa dilakukan di Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Kamis (14/2/2022).
KENAPA-mahasiswa hari ini tidak begitu suka ke perpustakaan? Pertanyaan ini sengaja penulis tujukan kepada mereka yang menyelesaikan tugas akhir. Karena, deretan buku di perpustakaan, yang bicara teori untuk dijadikan literatur review, banyak diabaikan. Kebayakan lebih suka dengan buku “fiktif†yang mereka sendiri tidak tahu color cover, halamannya masih tetap atau sudah berubah oleh edisi revisi, cetak terbaru, serta lainnya.