22:00 . Tak Ada Tambahan Sembuh dan Positif, PDP Bertambah 1 Orang   |   17:00 . Semangati Milenial Teladani Bung Karno Lewat Lomba Vlog dan Puisi   |   16:00 . Diduga Korsleting Listrik, 4 Rumah Warga Kasiman Terbakar   |   15:00 . Ada Dua Mekanisme Daftar Ulang Siswa Baru Jenjang SMP   |   13:00 . Rapid Tes Peserta UTBK Membludak, Tetap Sesuai Protokol Kesehatan   |   12:00 . Ratusan Calon Mahasiswa Baru Antre Rapid Tes   |   11:00 . Seratusan Santri Lirboyo Asal Bojonegoro Mulai Balik Pondok   |   10:00 . Mayat Wanita Ditemukan Mengapung di Bengawan   |   09:00 . Bolang-baling dan Cakwe Camilan Lezat Khas Negeri Tirai Bambu   |   08:00 . Pasar Buah Banjarejo Mulai Dibongkar   |   07:00 . Demi Manfaat Maksimal, Ini Waktu Terbaik untuk Minum Kopi   |   22:00 . Warga Bojonegoro Terkonfirmasi Positif Bertambah 6 Orang   |   21:00 . Pesan Direktur Utama Pertamina EP pada MWT di PEP Asset 4 Poleng Field   |   20:00 . Banyak SMP Negeri Kurang Pagu, Disdik Data Siswa yang Masuk Swasta   |   18:00 . Pencetakan KIA di Bojonegoro Sudah Capai 50 Persen   |  
Sun, 05 July 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 24 April 2018 15:00

Sriyati, Perempuan Pande Besi

Berawal dari Kebiasaan, Kini Lihai Jadi Tukang Besi

Berawal dari Kebiasaan, Kini Lihai Jadi Tukang Besi

Reporter: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Pekerjaan sebagai perajin pande besi biasanya dilakukan oleh kaum lelaki lantaran membutuhkan tenaga yang sangat kuat. Namun, ungkapan tersebut terbantahkan oleh Sriyati, warga Desa Kedaton, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro.

Perempuan 60 tahun ini bisa dikatakan sebagai perempuan tangguh. Sebab dirinya tidak mengenal lelah apalagi berpikir tentang perawatan seperti perempuan masa kini pada umumnya.

Dengan ditemani palu, besi, gerinda dan lain-lainya kegigihan Sriyati tidak kalah dengan tiga pegawai lainnya yang semuanya laki-laki. Bahkan, seolah-olah pekerjaan tersebut menjadi hal yang biasa dikerjakan oleh kaum hawa.

"Saya bekerja sebagai seorang pande besi sekitar 15 tahun lebih lamanya," ungkap Sriyati di sela-sela kesibukannya.

Setelah menikah dengan Masrun (55), Sriyati mulai sering membantu suaminya bekerja sebagai pande besi. Pertama kali membantu suaminya bekerja, ia hanya mendapat bagian membuat alat pertanian, seperti sabit, cangkul, sekrop maupun lainnya. Namun lambat laun kemudian, dirinya mulai bisa mengerjakan semua dari proses awal sampai akhir.

"Mulai pemotongan, pembakaran, pemukulan, gerinda, ngikir, dan nyepuh atau finishing, dan membuat gangang sabit," lanjut perempuan empat anak ini.

Ia juga menjelasakan, setiap pembuatan alat mempunyai cara yang berbeda dan tidak sembarangan memukulnya. Seperti halnya pembuatan pisau harus lima kali pukulan, sabit tujuh kali, dan golok delapan kali pukulan. Sebab, hal tersebut akan mempengaruhi kualitas barang itu jika sudah jadi.

Sriyati rela menjadi seorang pande besi lantaran lebih memilih membantu suaminya yang lebih dulu bekerja sebagai pande besi dan juga sebagai pemilik tempat tersebut. Pria berusia lebih muda lima tahun dari istrinya itu terlihat lihai membuat sejumlah alat pertanian dan bangunan.

"Saya membantu suami saya untuk membiayai anak-anak saya hingga lulus sekolah ya dari hasil kerja keras ini," tuturnya kepada blokBojonegoro.com.

Dalam sehari dari empat pekerja yang ada, usahanya tersebut bisa memproduksi dua puluh lima sabit. Dengan satu unit sabit seharga Rp25.000, golok Rp60.000 dan cangkul Rp80.000. Tetapi harga tersebut dijual untuk eceran dan berbeda lagi jika dijual kepada pedagang.

"Kalau pedagang saya potong Rp20.000 per buah dan bahan bagus, karena bahan-bahanya juga pilihan," tutupnya.[din/lis]

Tag : pande besi, kapas


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Tuesday, 16 June 2020 19:00

    Dampingi Petani, Disperta Bojonegoro Adakan SL-PTT Tembakau

    Dampingi Petani, Disperta Bojonegoro Adakan SL-PTT Tembakau Guna meningkatkan SDM petani, khususnya petani tembakau, Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro mengadakan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) tembakau di kelompok tani Sumber Rejeki, Desa Bulu, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro,...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat