16:00 . Tinjau Kampung Tangguh Semeru Bojonegoro, ini Kata Kapolda dan Bupati   |   15:00 . Kapolda Jatim Kunjungi Kampung Tanguh di Bojonegoro   |   13:00 . Inilah Daftar Harga Kebutuhan Pokok Usai Lebaran   |   12:00 . 1.344 Masjid di Bojonegoro Sudah Terapkan Protokol Kesehatan   |   11:00 . 20 Juni KBM Siswa Sudah Harus Tuntas   |   10:00 . Kajari Minta Masyarakat Dipahamkan Tentang New Normal   |   09:00 . Disdik Kembali Perpanjang Masa Belajar di Rumah Hingga 14 Juni   |   08:00 . Konsep New Normal di Pasar Tradisional Butuh Dikontrol   |   07:00 . Apakah Kamu Memiliki Kekebalan Tubuh yang Lemah? Kenali Tandanya   |   19:00 . Pemkab Bojonegoro Bahas Konsep Persiapan New Normal   |   18:00 . Sulap Barang Bekas Jadi Media Tanam Sayuran   |   17:00 . 4 Sumur Selesai Dibor, PEPC Pindah 2 Sumur Jambaran Central   |   15:00 . Dukung Keluarga Pejuang Covid-19, Unigoro Bebaskan Uang Kuliah   |   13:00 . Hari ini, Harga Jual dan Buyback Emas Terpantau Naik   |   12:00 . Lebaran Ketupat, Tradisi Masyarakat Jawa   |  
Mon, 01 June 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 18 November 2018 19:00

Diterjang Angin, Panggung FBU Luluh Lantak

Diterjang Angin, Panggung FBU Luluh Lantak

Kontributor: Abdul Rokim 

blokBojonegoro.com - Setelah sukses terselenggaranya acara Festival Banyu Urip (FBU) dan sesaat setelah acara Fun Bike Tour de Gayam #3, Minggu (18/11/2018) sore hari terjadi hujan lebat disertai angin puting beliung. Karena kencangnya angin, panggung dan juga tenda yang belum sempat diambil oleh pihak penyelenggara luluh lantak.

Salah seorang yang berada di warung dekat tempat kejadian menjelaskan, memang hujan sangat lebat dan ditambah angin begitu kencang. "Tenda panggung dan juga sekira 12 tenda stand ambruk dan hancur," ucap Choirul Huda 

Salah satu panitia yang masih berada di Balai Desa Gayam, Sugito, menjelaskan, sebenarnya setiap kaki tenda sudah diberi kayu sebagai kekuatan penahan angin, namun ternyata terjangan angin terlampau kencang. 

"Sudah berusaha kita beri kekuatan setiap tenda, namun dengan begitu kencangnya angin, tiang tenda tak dapat menahannya," ungkapnya. 

Karena lokasi lapangan desa Gayam tersebut berbatasan dengan pagar Lapangan Banyuurip, tenda yang dihantam angin masuk ke dalam area ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), jatuh dihantam angin.

"Satu tenda masuk ke dalam area EMCL, memang sangat dahsyat angin tadi," tambahnya. [im/lis] 

Tag : panggung, fbu, hujan, angin


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat