21:00 . Pemkab Bojonegoro Beri Santunan untuk yang Meninggal Dunia   |   20:00 . Ditetapkan Tersangka, Kepala Inspektorat Terancam Hukuman ini   |   19:00 . PEPC Setor Pajak Rp ,08 Triliun   |   18:00 . Ditutup, 57 Pendaftar KPU Bojonegoro Siap Berkompetisi   |   17:00 . Guna Perkuat Data, Kejari Bojonegoro Juga Datangkan 7 Ahli   |   16:30 . 8 Hari Team IT Ario Sighat Selesaikan Rekapitulasi, ini Hasilnya...   |   16:00 . Jalan Rusak, Warga Peringatkan Pengguna Jalan dengan Banner   |   15:00 . Diperiksa 5 Jam, Kepala Inspektorat Langsung Ditahan   |   14:00 . Diduga Ada Pemilih Ganda, Demokrat Laporkan Dua TPS di Ngasem   |   12:00 . Rangkaian HUT BUMN, Pertamina Gelar Pasar Murah di Empat Lokasi   |   11:00 . Gelar Turnamen Voli, BEM Unigoro Gandeng 3 Kabupaten   |   10:00 . Caleg Stres Kalah Pemilu, BPJS Siap Ongkosi Biaya Berobat   |   08:00 . Film Avenger Terbaru Sudah Rilis di Bioskop Bojonegoro   |   07:00 . Tips Kecantikan: Ingin Rambut Sehat? Coba Pakai Minyak Kelapa   |   06:00 . Sebelum Viral.....! Ini Cerita Pentol Sejati 'Wayahe....'   |  
Thu, 25 April 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 16 February 2019 19:00

Resiko Petani Melon, Pernah Ditipu Tengkulak saat Panen

Resiko Petani Melon, Pernah Ditipu Tengkulak saat Panen

Kontributor: A'imatun Khasanah

blokBojonegoro.com - Menanam melon keuntunganya cukup lumayan, namun ketika gagal panen petani harus siap akan harga jual yang sangat anjlok. Bahkan untuk menutup modal saja tidak cukup.

Namun, masih banyak petani di Desa Kayulemah, Kecamatan Sumberrejo yang masih bertahan memilih untuk menjadikan melon sebagai tanaman utamanya, meskipun di musim hujan seperti ini.

Hasil yang menjanjikan membuat mereka tetap menanam melon. Seperti halnya Patemi, yang masih terus menanam melin dengan alasan keuntungan yang lumayan.

Panen pertama, dia menghitung pengeluaranya untuk perawatan sekaligus bibitnya 2 pcs dengan harga tiap pcs bibit sebesar Rp200.000, total keseluruhan menghabiskan dana sebesar Rp3 juta, dan diborong tengkulak dengan harga Rp9 juta.

"Itupun kalau untung, sering juga rugi saat hasil panen tidak memuaskan, apa lagi saat kulit melon tidak berbatik" terang wanita 50 tahun itu.

Petemi juga membeberkan petani melon sering di kecewakan oleh tengkulak yang menebas buah melonnya, yang menawar dengan harga tinggi, kemudian menurunkan harga saat selesai memanen habis melon milik petani. Dengan alasan masih rugi.

"Akhirnya mau tidak mau ya kami tetap terima, karena melon sudah diangkut" terangnya ketika di wawancarai blokBojonegoro.com saat ia menali kayu sandaran melonnya.

Tak hanya itu, petani melon di Desa Kayulemah juga pernah ditipu oleh perantara penebas dan petani tidak mendapatkan uang hasil menjual melon.

Patemi menceritakan, kejadiannya beberapa tahun yang lalu, saat penebas dari luar kota mempercayai satu orang untuk menebas melon, namun ternyata uang hasil melon itu dijual tidak sampai ke tangan petani.

"Tapi Alhamdulillah saat ini tengkulak dari luar kota seperti Jombang dan Kediri langsung turun sendiri untuk menebas melon kami, dan uang langsung diberikan saat melon diangkut mobil," pungkas patemi kepada blokBojonegoro.com. [aim/ito]

Tag : panen, melon, sumberejo, kayu, lemah

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Wednesday, 27 March 2019 21:00

    Petani di Balen Mulai Panen Kelengkeng

    Petani di Balen Mulai Panen Kelengkeng Seorang petani di Desa Kedungdowo, Kecamatan Balen, Abdul Mukarom merasa senang karena pohon Lengkeng yang ia tanam dua tahun yang lalu sekarang ini buahnya sudah bisa dinikmati. Setelah empat pohon...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 16 April 2019 09:00

    Hilang STNK NoPol S-3761-DJ

    Hilang STNK NoPol S-3761-DJ Telah hilang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK): No.Pol: S-3761-DJ Merk/Type: HONDA Warna: Hitam Tahaun pembuatan: 2012 Nomor Rangka: MH1JB8110CK809201 Nomor Mesin: JB81E1806215 Atas Nama: DASINAH Alamat: Dusun Kawis RT.01/RW.02 Desa Geger Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur....

    read more