12:00 . Ada Beberapa Kendala KBM Via Daring, Disdik Siapkan Skema Baru   |   11:00 . Adaptasi New Normal, Pengusaha Dekor Pernikahan Kembali Bergeliat   |   10:00 . Masalah Selesai, Partai Beringin Tetap 'Adem'   |   09:00 . Pengepul Banjir Kulit Kurban   |   08:00 . Cara Cepat Merobohkan Sapi Kurban   |   07:00 . Seberapa Sering Bra Harus Dicuci?   |   21:00 . Sembuh 3 Orang, 23 Pasien Positif Covid-19 Dirawat   |   20:00 . Unik, Layang-Layang Penis Terbang di Langit Ngasem   |   18:00 . New Normal: Persewaan Sound System Mulai Normal   |   17:00 . 1 Bulan, 2.296 Warga Bojonegoro Ikut Rapid Test Gratis   |   16:00 . Tim Basket Bojonegoro Bakal Latih Tanding dengan 3 Kabupaten   |   15:00 . Baznas Anggarkan R585 Juta Lebih untuk Beasiswa SD dan SMP   |   14:00 . 36 Siswa SMPN 4 Bojonegoro Dapat Beasiswa dari Baznas   |   13:00 . Pemkab Bojonegoro Gelar Pelatihan Pemulasaran Jenazah Covid-19   |   12:00 . Petani di Semambung Ikuti Sarasehan dan Penyemprotan Massal   |  
Tue, 04 August 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 16 February 2019 19:00

Resiko Petani Melon, Pernah Ditipu Tengkulak saat Panen

Resiko Petani Melon, Pernah Ditipu Tengkulak saat Panen

Kontributor: A'imatun Khasanah

blokBojonegoro.com - Menanam melon keuntunganya cukup lumayan, namun ketika gagal panen petani harus siap akan harga jual yang sangat anjlok. Bahkan untuk menutup modal saja tidak cukup.

Namun, masih banyak petani di Desa Kayulemah, Kecamatan Sumberrejo yang masih bertahan memilih untuk menjadikan melon sebagai tanaman utamanya, meskipun di musim hujan seperti ini.

Hasil yang menjanjikan membuat mereka tetap menanam melon. Seperti halnya Patemi, yang masih terus menanam melin dengan alasan keuntungan yang lumayan.

Panen pertama, dia menghitung pengeluaranya untuk perawatan sekaligus bibitnya 2 pcs dengan harga tiap pcs bibit sebesar Rp200.000, total keseluruhan menghabiskan dana sebesar Rp3 juta, dan diborong tengkulak dengan harga Rp9 juta.

"Itupun kalau untung, sering juga rugi saat hasil panen tidak memuaskan, apa lagi saat kulit melon tidak berbatik" terang wanita 50 tahun itu.

Petemi juga membeberkan petani melon sering di kecewakan oleh tengkulak yang menebas buah melonnya, yang menawar dengan harga tinggi, kemudian menurunkan harga saat selesai memanen habis melon milik petani. Dengan alasan masih rugi.

"Akhirnya mau tidak mau ya kami tetap terima, karena melon sudah diangkut" terangnya ketika di wawancarai blokBojonegoro.com saat ia menali kayu sandaran melonnya.

Tak hanya itu, petani melon di Desa Kayulemah juga pernah ditipu oleh perantara penebas dan petani tidak mendapatkan uang hasil menjual melon.

Patemi menceritakan, kejadiannya beberapa tahun yang lalu, saat penebas dari luar kota mempercayai satu orang untuk menebas melon, namun ternyata uang hasil melon itu dijual tidak sampai ke tangan petani.

"Tapi Alhamdulillah saat ini tengkulak dari luar kota seperti Jombang dan Kediri langsung turun sendiri untuk menebas melon kami, dan uang langsung diberikan saat melon diangkut mobil," pungkas patemi kepada blokBojonegoro.com. [aim/ito]

Tag : panen, melon, sumberejo, kayu, lemah


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Monday, 20 July 2020 23:00

    Ultah 9 Tahun blokBojonegoro.com

    Inilah Juara Video Pendek New Normal

    Inilah Juara Video Pendek New Normal Sebanyak 50 video telah naik di saluran youtube blokBojonegoroTV sebagai peserta lomba video pendek dalam rangka 9 tahun blokBojonegoro.com....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Tuesday, 16 June 2020 19:00

    Dampingi Petani, Disperta Bojonegoro Adakan SL-PTT Tembakau

    Dampingi Petani, Disperta Bojonegoro Adakan SL-PTT Tembakau Guna meningkatkan SDM petani, khususnya petani tembakau, Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro mengadakan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) tembakau di kelompok tani Sumber Rejeki, Desa Bulu, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro,...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat