15:00 . Kapan Pandemi Berakhir? Satgas Covid-19: Kuncinya Kedisiplinan Masyarakat   |   14:00 . Penanganan Covid-19 Indonesia Lebih Baik dari Rata-rata Dunia   |   13:00 . Iman Kuat Libur Panjang Aman   |   12:00 . Kangen Nonton Bioskop? Ini Tips Aman saat Nonton Bioskop   |   11:00 . Harga Daging Ayam di Pasar Kembali Naik   |   10:00 . Hingga Oktober 2020, Korban Tenggelam di Sungai Capai 24 Jiwa   |   09:00 . Yang Muda yang Disiplin   |   08:00 . Wabup: Berwisata Harus Tetap Patuhi Prokes   |   07:00 . Cegah Sakit Punggung dengan 6 Cara Mudah Ini   |   06:00 . Hujan Lebat, Air Sungai Naik Gerus Tebing Bantaran   |   05:30 . Pasien Sembuh di Jatim 254, Kasus Baru 268 Orang   |   05:00 . Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 di Indonesia Bertambah Menjadi 329.778 Orang   |   04:00 . 4 Pasien di Bojonegoro Sembuh, 3 Tambahan Kasus Baru   |   21:00 . Patuhi Prokes, Polres Doa Bersana Anak Yatim   |   20:30 . Update Covid-19 Nasional, Pasien Sembuh 329.778   |  
Fri, 30 October 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 16 February 2019 19:00

Resiko Petani Melon, Pernah Ditipu Tengkulak saat Panen

Resiko Petani Melon, Pernah Ditipu Tengkulak saat Panen

Kontributor: A'imatun Khasanah

blokBojonegoro.com - Menanam melon keuntunganya cukup lumayan, namun ketika gagal panen petani harus siap akan harga jual yang sangat anjlok. Bahkan untuk menutup modal saja tidak cukup.

Namun, masih banyak petani di Desa Kayulemah, Kecamatan Sumberrejo yang masih bertahan memilih untuk menjadikan melon sebagai tanaman utamanya, meskipun di musim hujan seperti ini.

Hasil yang menjanjikan membuat mereka tetap menanam melon. Seperti halnya Patemi, yang masih terus menanam melin dengan alasan keuntungan yang lumayan.

Panen pertama, dia menghitung pengeluaranya untuk perawatan sekaligus bibitnya 2 pcs dengan harga tiap pcs bibit sebesar Rp200.000, total keseluruhan menghabiskan dana sebesar Rp3 juta, dan diborong tengkulak dengan harga Rp9 juta.

"Itupun kalau untung, sering juga rugi saat hasil panen tidak memuaskan, apa lagi saat kulit melon tidak berbatik" terang wanita 50 tahun itu.

Petemi juga membeberkan petani melon sering di kecewakan oleh tengkulak yang menebas buah melonnya, yang menawar dengan harga tinggi, kemudian menurunkan harga saat selesai memanen habis melon milik petani. Dengan alasan masih rugi.

"Akhirnya mau tidak mau ya kami tetap terima, karena melon sudah diangkut" terangnya ketika di wawancarai blokBojonegoro.com saat ia menali kayu sandaran melonnya.

Tak hanya itu, petani melon di Desa Kayulemah juga pernah ditipu oleh perantara penebas dan petani tidak mendapatkan uang hasil menjual melon.

Patemi menceritakan, kejadiannya beberapa tahun yang lalu, saat penebas dari luar kota mempercayai satu orang untuk menebas melon, namun ternyata uang hasil melon itu dijual tidak sampai ke tangan petani.

"Tapi Alhamdulillah saat ini tengkulak dari luar kota seperti Jombang dan Kediri langsung turun sendiri untuk menebas melon kami, dan uang langsung diberikan saat melon diangkut mobil," pungkas patemi kepada blokBojonegoro.com. [aim/ito]

Tag : panen, melon, sumberejo, kayu, lemah


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Thursday, 22 October 2020 16:00

    Sah, Anang blokTuban Lepas Lajang

    Sah, Anang blokTuban Lepas Lajang M. Anang Febri Efendi reporter blokTuban.com resmi melepas lajang. Ikrar janji suci diucapkan Anang di akad nikah pukul 09.00 WIB hari Senin (19/10/2020) di kediaman mempelai wanita. Resespsi kedua, dilaksanakan...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat