02:00 . Lewat Jembatan, Kepala Truk Terpisah   |   01:30 . Rela Menunggu Demi Lihat Truk Lewat   |   01:00 . Unik, Lintasi Jembatan Kendaraan Tanpa Kepala   |   00:30 . Tunggu Alat Berat JTB Lewat, Warga Antre di Pinggir Jalan   |   00:00 . Tanpa Kepala, Alat Berat Lintasi Jembatan   |   23:30 . Pantau Lintasan Jembatan di Komputer   |   23:00 . Start Pukul 22.00 WIB, Jalanan Macet   |   22:00 . Detik-detik Menegangkan Ibu Muda Melahirkan di Hutan   |   21:00 . Lho...! Truk Parkir Pembawa Rejeki   |   20:00 . Penuh Sesak 'Wisata Dadakan' Alat Jumbo Parkir   |   19:00 . Novel Pulang ke Desa Diapresiasi Menteri PDTT   |   18:30 . Dishub : Tak Ada Pengamanan Saat Absorber Melintas di Kota Bojonegoro   |   18:00 . Pedagang dan Mainan Merihkan 'Wisata' Alat Berat   |   17:00 . Wisata Dadakan, Ribuan Warga Lihat Alat Berat   |   16:30 . Berjubel Hanya Ingin Lihat Alat Berat Parkir   |  
Sat, 07 December 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 26 February 2019 14:00

Desa Sraturejo Sentra Produksi Ikan Pindang

Desa Sraturejo Sentra Produksi Ikan Pindang

Kontributor: Maulina Alfiyana

blokBojonegoro.com - Ada sekitar puluhan masyarakat di Desa Sraturejo, Kecamatan Baureno  menggeluti usaha produksi ikan pindang, bahkan dalam satu hari ada berkuintal-kuintal ikan pindang ludes terjual. Melihat hal tersebut Pihak Pemerintah Desa (Pemdes) terus berupaya mendukung usaha yang di tekuni oleh masyarakat, pasalnya usaha tersebut mampu meningkatkan perekonomian.

"Ada sekitar 30 kepala keluarga di setiap dusun yang yang ada di Sraturejo," ungkap Nur Kholis salah satu perangkat desa.

Ia mengatakan, keberadaan produksi pindang tersebut sudah ada sejak tahun 1980 an usaha tersebut telah mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.

"Setiap tiga bulan sekali pasti ada pelatihan dari dinas perikanan untuk di beri pengarahan untuk mengolah, memasarkan, dan meningkatkan produksi," paparnya, Selasa (26/2/2019).

Tak hanya meningkatkan perekonomian dari pemroduksi, usaha pindang tersebut ternyata juga banyak yang mengambil tenaga kerja dari masyarakat sekitar untuk membantu mengolah pindang.

"Tentunya hal tersebut juga menambah pendapatan, karena tenaga kerja tersebut cenderung mengambil IRT yang sebelumnya tidak meliki penghasilan sehari-hari," pungkasnya. [lin/lis]

Tag : masyarakat, ikan, irt


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat