17:00 . Awal Tahun 2022, Ada 164 Kasus DBD dan DD Masuk Dinkes Bojonegoro   |   16:00 . Harga Cetakan Antam Turun, UBS Justru Naik   |   15:00 . 1 Jiwa Melayang, Pemdes Kandangan Imbau Tetap Waspada DBD   |   14:00 . Sepanjang 2021, Dinas Damkar Tangani 445 Sarang Tawon   |   13:00 . Era Baru Perdagangan Fisik Emas Digital di Bursa Berjangka Dimulai   |   12:00 . Bupati Anna Siapkan 4000 Beasiswa untuk Mahasiswa Tugas Akhir   |   11:00 . Kecelakaan Bus Margo Djoyo, 1 Orang Meninggal 5 Luka-luka   |   10:00 . Video Proses Evakusi Badan Bus Terguling di Jalur Bojonegoro Surabaya   |   09:00 . Video Kecelakaan Bus Terguling di Jalan Bojonegoro Surabaya   |   08:00 . Bus Terguling di Jalan Bojonegoro - Surabaya   |   07:30 . Hindari Truk, Bus Terguling di Mojodeso   |   07:00 . Jangan Langsung Dimarahi Jika Nilai Sekolah Anak Menurun, Bisa Jadi Gejala Stres Belajar   |   19:00 . Pelajar Bojonegoro Ikuti Virtual Zoom Meeting Himabo Goes To Campus   |   18:00 . Sinergi TNI-Polri Bersama Wartawan Bojonegoro   |   16:00 . Dinkes Bojonegoro Catat 112 Kasus DBD, 2 Orang Meninggal   |  
Tue, 18 January 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Ini Alasan Pupuk Organik Lebih Disarankan Dibanding Kimia

blokbojonegoro.com | Wednesday, 20 February 2019 08:00

Ini Alasan Pupuk Organik Lebih Disarankan Dibanding Kimia

Kontributor: Maulina Alfiyana

blokBojonegoro.com - Memasuki musim tanam di wilayah Bojonegoro, ketersediaan pupuk sangat diperlukan oleh para petani, pasalnya pupuk merupakan komponen utama untuk kesuburan tanaman. 

"Selain ketersediaan pupuk tercukupi, petani juga harus pandai dalam memilih jenis pupuk, karena hal tersebut sangat berdampak pada hasil panen," ucap Muksin, salah satu Kelompok Tani (Poktan) Desa Tejo, Kecamatan Kanor.

Ia menjelaskan, untuk pupuk para petani diimbau untuk menggunakan pupuk organik. Pasalnya, pupuk organik dinilai lebih banyak keunggulannya dibandingkan pupuk kimia.

Beberapa keunggulan dari pupuk organik antara lain yaitu, sebagai pembenah tanah sehingga mampu membuat tanah menjadi gembur, meningkatkan daya serap dan daya simpan air, menambah vitamin pada tanaman, serta meningkatkan produksi pertanian.

"Meskipun demikian, namun masih banyak petani yang memilih pupuk kimia sebagai pilihan utama pada pada pertumbuhan padi mereka," tambahnya, Selasa (19/2/2019).

Sementara itu, hal senada juga diungkapkan oleh Muntaman, petani asal Desa Sarangan, Kecamatan Kanor. Menurutnya manfaat pupuk organik lebih banyak dibandingkan pupuk kimia. Namun masalah di lapangan, masih banyak ditemukan alasan petani yang enggan menggunakan pupuk organik, sehingga para petani cenderung menggunakan pupuk kimia.

"Masih banyak petani yang berargumen bahwa jika memakai pupuk organik membuat sawah banyak rumput, serta membuat tanaman kelemon dan kropok," paparnya kepada blokBojonegoro.com.

Ia menambahkan, jika sawah yang sudah banyak organiknya, justru respon tanaman terhadap pupuk kimia akan menjadi baik. Namun, biasanya para petani masih memberi pupuk ZA maupun urea, sehingga menjadi kelebihan Nitrogen.

"Jika sawah sudah diberi pupuk organik, mestinya harus menggurangi dalam penggunaan pupuk ZA dan urea, agar respon tanaman terhadap pupuk menjadi baik," pungkasnya. [lin/lis]

Tag : padi, swah, pupuk



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat