18:00 . Ribuan Kuntul Putar-Putar Cari Rumah   |   17:00 . PCNU Siapkan Strategi Tanggulangi Bencana   |   14:00 . Di Bojonegoro, Lulusan PGMI Tak Bisa Daftar CPNS   |   13:00 . Menarik Mocaf Produk Disabel dan Eksotis Waduk Bendo   |   12:00 . Job Fair di IKIP PGRI Bojonegoro, Buka 7.000 Peluang Kerja   |   11:00 . Eksotis Waduk Grobogan   |   10:00 . Dari Dunia Modeling, Kenalkan Tengul di Event Wajah Pesona Indonesia   |   09:00 . Bupati-Menhub Sepakat untuk Mudahkan Transportasi di Bojonegoro   |   08:00 . 5 Hari Dibuka, 830 Peserta CPNS Sudah Daftar   |   07:00 . Istri Malas Berhubungan Intim, Bisa Jadi Karena 5 Hal ini   |   17:00 . Dana Tak Terduga untuk Bantuan Bencana Rp1,3 M   |   16:00 . Rp750 Juta, Disperta Buat Sumur Bor di 5 Titik Tahun 2020   |   15:00 . EMCL Gelar Seminar Pemanfaatan Platform Berita Digital Kepada PBG Tuban   |   14:00 . Setelah Turun, Harga Cabai Mulai Naik   |   12:00 . Siswi SMKN I Sabet Juara Lomba Desain Batik Bengawan dan Kayangan Api   |  
Sun, 17 November 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 04 May 2019 16:00

Belajar Menanam Butternut Squash dari Petani Kedungadem

Belajar Menanam Butternut Squash dari Petani Kedungadem

Pengirim: Iskak Riyanto

blokBojonegoro.com - 1 Tanaman Butternut squash atau Labu Madu sekarang mulai banyak dibudidayakan petani di Bojonegoro. Buahnya unik berbentuk seperti lampu bohlam dengan rasa manis dan bertekstur lembut.

Salah satu petani yang menanamnya adalah Edy Sugianto yang tinggal di Dukuh Donggi Desa Ngrandu Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro.

Menurut Edy, budidaya Labu Madu sangat mudah. Yang paling utama diperhatikan adalah pengaturan pemupukan. Baik pupuk organik atau pupuk kimia, juga pengendalian hama dan penyakit.

Untuk pupuk organik tabur ia menggunakan petroganik dan pupuk hayati, sedang Pupuk Organik Cair (POC) ia semprot dengan Bioplus. Pupuk kimia tabur menggunakan pupuk NPK, ZK dan ZA.

Untuk mengendalikan hama dan penyakit ia memyemprot dengan yang alami, Pestisida Nabati (Pesnab) buatan sendiri.

"Sekitar tanggal 10 ramadan nanti sudah panen. Saya menanam 1.500 batang," kata Edy yang juga ketua kelompok tani "Tani Makmur" desa setempat, Sabtu (4/5/2019).

Sementara itu Suwarto, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Ngrandu mengatakan, Labu Madu cocok ditanam di daerah tadah hujan seperti Kecamatan Kedungadem.

Tanaman ini hanya butuh siraman air sedikit untuk melangsungkan kehidupanya. Di Kedungadem ini ada populasi 2.000 batang di Desa Sidomulyo dan 1.500 batang di Desa Ngrandu.

"Harga sekarang Rp7.000 hingga Rp10.000/kg. Buah yang besar bisa 3,5 kg/buah," tambah Suwarto lagi. [mu]

*Iskak Riyanto, SP PPL Disperta Bojonegoro.

Tag : Butternut squash, labu madu, petani, pertanian

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat