19:00 . Bermain di Sungai, Anak 9 Tahun Ditemukan Meninggal Tenggelam   |   18:00 . Ngabuburit, Masyarakat Disuguhi Lukisan Komunitas Sangrupa   |   17:00 . Banyak Warga Keluar Ngabuburit, Jembatan Glendeng Sesak   |   16:00 . Antre Lewat Jelang Berbuka   |   14:00 . Calon Jema’ah Haji Khususnya Lansia Divaksin   |   13:00 . Upaya Penanganan Pertamina EP Direspons Positif   |   12:00 . Melesat Naik, Harga Emas Dibanderol Rp937.000   |   11:00 . Bersama Realfood, DMI Bojonegoro Bagi Takjil di Ribuan Masjid   |   10:00 . Perempuan Asal Bojonegoro Diamankan Satpol PP Tuban di Eks Lokalisasi Gandul   |   09:00 . Gerak Cepat, Jasa Raharja Santuni Korban Laka di Sumberrejo   |   08:00 . Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Kab. Bojonegoro Resmi Dilantik   |   07:00 . Tips Memilih Makanan Sehat Agar Tetap Bugar Selama Puasa   |   05:00 . Kasus Baru Tambah 2, Konfirmasi Positif Menjadi 14 Orang   |   17:00 . Asal Muasal Desa Ngringinrejo, Sesepuh: Ada Senopati Moksa di Beringin Raksasa   |   16:00 . Menuju Smart Green City, Bojonegoro Berupaya Jadi Kota Ramah Disabilitas   |  
Sun, 18 April 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Antisipasi Serangan Hama Tikus, Petani Tejo Gencarkan "Gerdal"

blokbojonegoro.com | Wednesday, 24 June 2020 19:00

Antisipasi Serangan Hama Tikus, Petani Tejo Gencarkan

Kontributor: Maulina Alfiyana

blokBojonegoro.com - Salah satu permasalahan yang sering meresahkan petani adalah hama tikus. Sudah lama tikus menjadi musuh petani yang kerap sukar diantisipasi.

Sehingga demi mengantisipasi serangan hama tikus, Kelompok Tani (Poktan) Desa Tejo, Kecamatan Kanor, beserta Pemerintah Desa (Pemdes) dan para petani lainnya melakukan Gerakan Pengendalian (Gerdal) di area persawahan desa setempat, Rabu (24/6/2020).

Andik, salah seorang Pemdes Tejo yang juga terlibat dalam aksi tersebut menyebutkan, ada sekitar 40 petani di lokasi tersebut yang melakukan gerakan massal pengendalian hama tikus di lokasi kelompok tani mereka.

Dirinya sangat mengapresiasi upaya para petani menekan populasi hama di lokasinya. Ia berpesan agar para petani lebih semangat untuk melaksanakan gropyokan tikus dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan new normal, demi keselamatan bersama.

"Melalui kegiatan gropyokan tikus ini setidaknya bisa meminimalkan serangan hama tikus. Tentu harapan kami adalah terbinanya semangat gotong-royong, kebersamaan di antara para petani. Kami tekankan agar kegiatan seperti ini terlaksana di semua lokasi, utamanya pada lokasi-lokasi endemik tikus,” ujar Andik.

Adapun langkah yang ditempuh dalam upaya gropyokan tikus ini, terlebih dulu para petani mencari sarang lubang tikus, kemudian diisi dengan pompa diesel hingga penuh, setelah itu tikus akan keluar dengan sendirinya dan para petani serentak memukuli tikus-tikus tersebut dengan kayu hingga mati.

Selain itu cara lain yang ditempuh Poktan Desa Tejo adalah dengan menggunakan asap kompor LPG dan belerang yang dicampur pada lubang tikus. Dengan cara itu secara otomatis tikus akan mati dengan sendirinya karena menghirup asap dari belerang.

"Selain menggunakan cara-cara itu, kunci keberhasilan pengendalian tikus ini adalah bagaimana cara menggerakan kekompakan para petani. Kalau dilakukan sendiri-sendiri sama saja hasilnya karena jangkauan habitat tikus ini cukup luas, maka dari itu penting untuk melakukan gerakan pengendalian secara bersama-sama dengan alat alat pendukung yang ada,” tandasnya kepada blokBojonegoro.com. [lin/lis]

Tag : Tikus, petani


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat