10:00 . Diresmikan Bupati, Taman Gajah Bolong Sebagai Tempat Berlibur dan Penghasil Oksigen   |   08:00 . Biznet Gencar Lakukan Ekspansi Jaringan ke Lebih Banyak Kota dan Area   |   07:00 . Bantu Menstruasi Lebih lancar, Konsumsilah 5 Makanan Ini Secara Teratur   |   05:00 . 29 Pasien Sembuh, Kasus Baru Tambah 20 Orang   |   04:00 . 868 Pasien di Jatim Sembuh, Kasus Baru Tambah 1134   |   23:00 . Kebanjiran, Warga Selamatkan Barang Berharga   |   22:00 . Jawa dan Bali Masih Dominasi Kabupaten/Kota Zona Merah   |   21:00 . Sejarah Perguruan Silat PSHT di Bojonegoro   |   20:00 . Kesiapsiagaan Bencana Penting Guna Cegah Penularan Covid-19 di Pengungsian   |   19:00 . Sejauh ini, Semua Laporan KIPI Bersifat Ringan   |   18:30 . Agar Banjir Tidak Melebar ke Jalan Raya, Petugas Membuat Saluran   |   18:00 . Pemkab Minta Puskesmas Mendata Penyitas Covid-19 untuk Donor Plasma Konvalesen   |   17:30 . Dampak Banjir Bandang Sekar, Rumah Roboh Hingga Ternak Hanyut   |   17:30 . Bupati Anna Meninjau Jembatan Putus Pasca Banjir   |   17:00 . Jalan Nasional di Bojonegoro Tergenang Banjir   |  
Fri, 22 January 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Bentuk Rasa Syukur, Masyarakat Buntalan Sedekah Bumi

blokbojonegoro.com | Wednesday, 19 August 2020 12:00

Bentuk Rasa Syukur, Masyarakat Buntalan Sedekah Bumi

Pengirim : Diki Alamzyah

blokBojonegoro.com - Walau dalam keadaan pandemi COVID-19 dan masih menerapkan protokol kesehatan, masyarakat Desa Buntalan, Kecamatan Temayang berduyun-duyun memenuhi sendang Du Munung Desa Buntalan dengan membawa hasil bumi atau makanan, Rabu pagi, (19/08/2020). Masyrakat menggelar acara sedekah bumi atau bersih desa guna untuk melestarikan adat istiadat budaya nenek moyang.

Sedekah bumi sendiri adalah acara rutinan setiap tahun yang memiliki arti bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan rezeki melalui segala bentuk hasil bumi atas karuniaNya yang diberikan kepada masyarakat.

Pelaksanaan sedekah bumi kali ini sangat berbeda, dengan pelaksanaan sebelumnya. Ini disebabkan karena masih dalam suasana pandemi COVID-19 yang diharuskan memenuhi standar protokol kesehatan.

Acara yang digelar sederhana ini dihadiri oleh beberapa perwakilan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forpimca) Temayang, Pemerintah Desa, tokoh masyarakat, dan elemen masyarakat Desa Buntalan.

Sementara itu, Kepala Desa Buntalan,  Sujoko dalam sambutannya menyampaikan, acara pada pagi hari ini berbeda dengan sedekah bumi sebelumnya. Di masa pandemi ini dengan adanya sedekah bumi, masyarakat Desa Buntalan harus bersyukur karena masih diberikan kesehatan dan keselamatan olah Allah SWT. Dan tidak lupa pula untuk selalu menjaga diri, keluarga, dan masyarakat sekitar dari Pandemi COVID-19.

"Mudah-mudahan dengan acara sedekah bumi ini dan momentum Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-75, masyarakat Desa Buntalan selalu mendapatkan keberkahan dari Allah SWT," harapnya.

Kades menambahkan, masyarakat harus selalu bersujud syukur atas nikmat dan keberkahan yang telah diberikan oleh Allah SWT. Serta tetap melestarikan budaya nenek moyang untuk mempererat tali persaudaraan antar masyarakat Desa Buntalan.

"Walau masih dalam keadaan pandemi COVID-19 ini, masyarakat tetap guyup rukun dan acara tetap sakral," imbuhnya.

Setelah acara sedekah bumi di sendang acara dilanjutkan di rumah Kepala Dusun Buntalan M. Bisri dengan hiburan Seni Langen Tayub Wahyu Taruno Budoyo pimpinan Bopo Rikimo dari Desa Jono Kecamatan Temayang dengan Waranggono Nyi Ambarwati dari Tuban dan Nyi Tutik dari Kecamatan Ngasem, Bojonegoro. Acara yang biasanya semalam suntuk, kali ini berbeda dengan sebelumnya yang hanya sampai pukul 17.00 WIB  harus sudah selesai, dan  tetap mematuhi protokol kesehatan.  [ito]

Tag : buntalan, temayang, bojonegoro


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat