20:00 . Tahun 2020, Perhiasan Emas Dominasi Agunan di Pegadaian   |   19:00 . Capaian Kapasitas Testing Menjadi Evaluasi Peningkatan Penanganan Covid-19   |   18:00 . Chip Dalam Vaksin Adalah Berita Bohong, Begini Penjelasannya   |   17:30 . Waspada Gelombang Dua Puncak Covid di Jawa Timur   |   17:00 . Gubernur Khofifah Ingkatkan Waspada Covid-19 Gelombang ke-2   |   16:30 . Melihat Aktivitas Gadis Manis di Kandang Kambing   |   16:00 . Mayat Wanita di Sungai Bengawan Solo di Kanor   |   15:00 . Satgas Covid-19: Daerah Harus Fokus Menjadi Zona Hijau   |   14:00 . DLH Bojonegoro Syukuran Gedung Baru   |   13:00 . Warga Hilang Diduga Tenggelam, Akhirnya Ditemukan   |   12:00 . Akurasi Data Menjadi Kunci Kebijakan yang Efektif   |   11:00 . Penambang Perahu di Kanor Temukan Mayat Mengambang   |   10:30 . Hari Ketiga Pencarian Warga Diduga Tenggelam, Tim SAR Siapkan 4 Perahu Karet   |   10:00 . Di Kecamatan Ngambon, Pelanggar Prokes Dihukum Push Up   |   09:00 . Pendiri IPPNU Ny. Hj. Basyiroh Tutup Usia   |  
Wed, 20 January 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Mencari Penyebab dan Solusi Banjir Tahunan di Dander, Bupati Anna Kunjungi Lokasi

blokbojonegoro.com | Monday, 30 November 2020 18:00

Mencari Penyebab dan Solusi Banjir Tahunan di Dander,  Bupati Anna Kunjungi Lokasi

Reporter: Parto Sasmito

blokBojonegoro.com - Pasca terjadinya banjir bandang yang melanda Desa Kunci dan Sumberarum, Kecamatan Dander, pada Minggu (29/11/2020) malam kemarin, Bupati Bojonegoro, Anna Mu'awanah melakukan kunjungan ke lokasi, Senin (30/11/2020), mencari tahu penyebab banjir yang terjadi setiap tahun ini.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Anna didampingi oleh Forum Pimpinan Kecamatan (Forkompimcam) Dander dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (SDA).

"Kemarin ada beberapa titik di wilayah Bojonegoro yang diterjang banjir, oleh sebab itu kami mencari tahu penyebab bencana yang terjadi setiap tahun ini," ujar Bupati Anna.

Oleh sebab itu, pihaknya akan membuat surat dan mengintruksikan agar Dinas PU dan SDA segera melakukan pelebaran sungai avur yang semakin lama semakin menyempit.

"Kami meminta dinas terkait berkoordinasi dengan camat dan kepala desa untuk melakukan identifikasi berapa rumah yang harus dikembalikan sebagaimana fungsinya," imbuhnya.

Bupati juga meminta kepada seluruh warga untuk bersama-sama dengan stakeholder terkait ikut menangani musibah banjir dengan tidak mengembalikan lahan sebagaimana fungsinya.

"Saya yakin, warga mau gotong royong melakukan hal ini," tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bojonegoro Nadif Ulfia menyampaikan hujan dengan intensitas tinggi mulai sekitar pukul 14.30 WIB menyebabkan banjir bandang di Kecamatan Dander.

Data yang didapat, Desa Kunci, terdampak banjir usai meluapnya sungai setempat beserta adanya kiriman air dari kawasan KRPH Sampang, Temayang. Akibatnya jalan desa tergenang dengan ketinggian antara 30-60 sentimeter.

Banjir bandang juga menerjang rumah warga di RW 1 dan RW 2 terendam air dengan ketinggian bervariasi antara 30-60 sentimeter juga areal persawahan.

Untuk areal persawahan, luasnya sekitar 50 hektare dengan umur tanaman padi 40 hari. Di sisi lain, jalan poros Bojonegoro-Nganjuk juga terendam kurang lebih sepanjang 200 meter dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter.

Sementara di Desa Sumberarum, banjir bandang menerjang rumah warga di 3 RW, dengan ketinggian air antara 20-120 sentimeter. Dan jumlah KK terdampak masih penghitungan.

Areal persawahan sekitar 100 hektare dengan umur tanaman padi 10-20 hari juga terendam air. Jalan poros desa kurang lebih sepanjang 1,5 kilometer dan jalan poros Bojonegoro-Nganjuk sekitar 500 meter, begitu pula bangunan SDN 2 Sumberarum.

Tag : Banjir, bandang, dander


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat