07:00 . Gejala dan Tips Cara Mengatasi Pilek pada Bayi   |   06:00 . Sudah Divaksin Tetapi Bisa Positif Covid-19   |   20:00 . Tembus 1 Juta, Kasus Covid Indonesia Tertinggi di Asia Tenggara   |   19:00 . Polres Bojonegoro Kawal 3.680 Vial Vaksin Covid-19   |   18:00 . Rektor UNUGIRI Resmi Dilantik Ketum PBNU Secara Virtual   |   17:00 . Polres Bojonegoro Amankan Pelaku Pembalakan Liar   |   16:00 . BPBD Laksanakan Kegiatan Edukasi Bencana Banjir dan Penyerahan Sembako   |   15:00 . IPNU IPPNU Gayam beserta FPKT Bahu Membahu Tanam 1000 Pohon   |   14:00 . BPBD Lakukan Penyemprotan Disinfektan   |   13:00 . Donor Plasma Konvalesen, PMI Bojonegoro Akan Lakukan Rapat Koordinasi   |   12:00 . 37.473 Warga Bojonegoro Terima BST Melalui Kantor Pos   |   11:00 . Dikawal Ketat, Vaksin Sinovac Tiba di Bojonegoro   |   10:00 . Hendak Melawan, Spesialis Pembobol Konter Didor   |   09:00 . Vaksin Sinovac Tiba di Bojonegoro   |   08:00 . Puluhan Ribu Vaksinator Bersiap Jadi Komunikator Andal   |  
Wed, 27 January 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Harga Kedelai Meroket, Pengusaha Tahu di Ledokkulon Mengeluh

blokbojonegoro.com | Monday, 04 January 2021 21:00

Harga Kedelai Meroket, Pengusaha Tahu di Ledokkulon Mengeluh

Reporter : Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Kenaikan harga kedelai yang terjadi beberapa pekan terakhir tidak hanya berdampak di kota-kota besar saja. Sejumlah pengusaha tahu di Kabupaten Bojonegoro pun juga merasakan dampak naiknya harga kedelai sampai Rp9.600 per kilogramnya.

Hal itu dirasakan pengusaha tahu asal Kelurahan Ledokkulon, Kecamatan Kota Kabupaten Bojonegoro, Nunik. Dirinya mengaku harus mengurangi jumlah produksi tahu setiap harinya.

Jika sebelum terjadi kenaikan harga kedelai, perharinya ia mampu memproduksi tahu sebanyak 2 kuintal bahkan sampai lebih. Saat ini hanya memproduksi 1 kuintal sampai 1,5 kuintal saja per harinya.

"Dampaknya, pendapatan jelas berkurang karena produksi terpaksa saya kurangi, yang sebelumnya mampu mendapatkan sampai Rp2 juta, untuk saat ini hanya mampu mendapatkan setengahnya," ungkap Nunik saat ditemui di tempat produksi tahu miliknya, Senin (4/1/2021).

Nunik melanjutkan kondisi kenaikan itu terjadi sejak Bulan Desember lalu. Kedelai impor asal Amerika yang biasa dibeli seharga Rp6.900 per kilogramnya, kali ini naik drastis hingga Rp9.600 per kilogram.

Tak hanya mengurangi produksinya, Nunik mengaku bahkan sampai merumahkan 5 pegawainya akibat melonjaknya harga kedelai ini. Ia menjelaskan tidak ada pilihan lain agar tetap bisa berproduksi. Sebab, tidak mungkin baginya untuk mengurangi ukuran tahu yang ia produksi.

"Biasanya kan naik hanya Rp200, 400 atau 500. Lha ini naiknya drastis sekali hampir sampai dua kali lipat. Bagaimana kami tidak menjerit jika seperti itu dan kami memilih kedelai impor karena ukuranya lebih besar," ucapnya.

Hal senada juga dikeluhkan oleh pembuat tahu lainya, Pranyoto. Dengan naiknya harga kedelai impor tersebut sangat berdampak saat produksi. Naiknya harga kedelai ini membuatnya mengurangi volume produksi, sebelum ada kenaikan harga produkasi bisa mencapai 3 kuintal lebih dan saat ini turun menjadi 1,5 kuintal. 

"Sedangkan di Kelurahan Ledokkulon ini ada 159 pengusaha tahu, setiap harinya butuh sampai 15 Ton kedelai," ujar pria yang juga sebagai Ketua Paguyuban Tahun Ledokkulon ini.

Tak hanya itu, naiknya harga minyak goreng juga semakin membuat pengusaha tahu semakin menjerit. Harga minyak goreng yang sebelumnya hanya Rp9.000 per liternya, kini juga naik menjadi Rp13.000 per liternya.

“Kami tetep produksi tapi, dengan kenaikan itu tidak ada perubahan malah kurang, semoga harga kedelai dan minyak goreng bisa turun kembali," pungkasnya.[din/]

 

 

 

Tag : Tahu, harga


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat