17:00 . Jelang Lebaran, Pendapatan Salon Meningkat   |   16:00 . 99,13 Persen Warga Bojonegoro Terintegrasi JKN-KIS   |   15:00 . Harga Jilbab Merangkak Naik, Jelang Lebaran Pembeli Juga Meningkat   |   14:00 . Kapolres Bojonegoro Imbau Warga Tidak Melakukan Takbir Keliling   |   13:00 . Jembatan Glendeng Ambles, Kapolsek Soko Tinjau Kembali   |   10:00 . SMK Migas Bojonegoro Bagi Takjil Kepada Masyarakat   |   09:00 . Jelang Lebaran, Jasa Ekspedisi Kebanjiran Paket Barang   |   08:00 . Chef Sarwan Berbagi dengan Yatim-Dhuafa Sarangan   |   07:00 . Cukup Makan Telur 1-2 Butir Sehari, Ini Efeknya Bila Berlebihan!   |   06:00 . Chef Sarwan Bersama Yatim dan Dhuafa   |   22:00 . Tiga Narapidana Lapas Bojonegoro Langsung Bebas Saat Lebaran   |   21:00 . Komisi A DPRD Bojonegoro Tanggapi Aduan Masalah Rekrutmen Perangkat Desa   |   20:00 . EMCL Salurkan Dukungan 1,320 Sembako di Wilayah Operasi   |   19:30 . PBNU Tetapkan Hari Raya Idul Fitri1 Syawal 1442 H Kamis 13 Mei 2021   |   19:00 . Tradisi Colok-colok Malam Songo Jelang Idul Fitri   |  
Wed, 12 May 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tanggul Sambiroto Jebol

Genangi Hektaran Lahan Padi, Petani Terancam Gagal Panen

blokbojonegoro.com | Sunday, 25 February 2018 14:00

Genangi Hektaran Lahan Padi, Petani Terancam Gagal Panen

Reporter: M. Yazid
 
blokBojonegoro.com - Jebolnya tanggul Kali Kloro yang berada di Desa Sambiroto Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro, Minggu (25/2/2018) pagi menggenangi ratusan hektare tanaman padi. Para petani yang akan memanen padi dimungkinkan mengalami kerugian.
 
Kepala Desa Sambiroto, Jono menuturkan, tanggul yang jebol airnya sangat deras dan langsung kearah lahan pertanian. Sebenarnya kemarin, kata Kades, warga sudah berupaya membendung tanggul tersebut dengan karung sak yang diisi tanah, tetapi sekarang ini jebol karena tidak mampu menahan air.
 
"Jebolnya tanggul menggenangi sekitar 200 hektar padi yang siap panen dan berbuah di Desa Semanding dan Sambiroto," tuturnya kepada blokBojonegoro.com.
 
Diharapkan Jono, kejadian tersebut tidak terulang, kalau dipasang cek dam besar di Semanding dan Kalirejo seperti yang ada di samping Pasar Halte. Pasalnya air sangat banyak dan deras, sehingga harus dikeluarkan menggunakan pompa besar agar aman.
 
"Kalau tidak segera dipasang pompa besar, jika tanggul jebol bisa menggenangi kurang lebih 1.500 hektar sawah di 11 desa termasuk Kalianyar, Bakalan dan yang lainnya," imbuhnya.
 
Bisa dibayangkan, jelas Kades, kerugian para petani bila 1.500 hektare sawah yang ditanami padi tergenangi air dan dikalikan harga padi Rp4.000. "Sudah berapa miliar kerugiannya. Segera ditanggulangi jebolnya tanggul, supaya tidak terulang," pungkasnya penuh harap kepada pihak terkait. [zid/lis]

Tag : Banjir, Trucuk, sibat, pmi

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat