14:00 . Pandemi Covid-19, Dinpora Minta Atlet Tetap Berlatih   |   13:00 . Pelaku IKM dan UMKM Gelar Senam Minggu Ceria Bangkitkan Ekonomi Kecil   |   12:00 . Pagu PPDB Belum Terpenuhi, Jalur Ini Jadi Solusi   |   10:00 . Harga Cabai Rawit Mulai Merangkak Naik di Pasaran   |   09:00 . STAI Attanwir Semakin Berkembang   |   08:00 . Yanuar Amni Optimis Tangani Persibo   |   07:00 . Waspada, Nobar EURO Harus Taati Prokes   |   20:00 . Himatika Unu Sunan Giri Luncurkan Komet Sebagai Optimaliasi Prestasi   |   19:00 . Polres Analisa dan Evaluasi Penangan Covid-19 di Bojonegoro   |   18:00 . Wagub Emil Dardak Sebut AMSI Bisa Jadi Sumber Big Data Terbesar   |   17:00 . Silaturahmi, PEPC Olahraga Bersama Tetap Patuhi Prokes   |   15:00 . Bantu UMKM, Kadin Bojonegoro Gandeng Bank   |   14:00 . Kemenko Perekonomian Kunjungi Proyek JTB di Bandungrejo   |   13:00 . Gus Ipul Ikuti Rakerwil AMSI Jatim Lewat Virtual   |   12:00 . Begini Cara Daftar SUKIRNO   |  
Sun, 13 June 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

BPN Berikan Penyuluhan Pengukuran di Gayam

blokbojonegoro.com | Thursday, 15 November 2018 16:00

BPN Berikan Penyuluhan Pengukuran di Gayam

Kontributor : Abdul Rokim 

blokBojonegoro.com - Badan pertanahan nasional (BPN)  Kabupaten Bojonegoro melakukan penyuluhan pengukuran di Desa/Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (15/11/2018).

Acara yang dihadiri oleh BPN dan pihak kecamatan tersebut salah satu rangkaian dalam kegiatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap  (PTSL). Kepala Desa, Gayam Winto menyampaikan agar semua pihak terkait dapat saling membantu mensukseskan program pemerintah tersebut, karena program tersebut sangat membantu untuk pemohon.

"Kami harap semua masyarakat dapat membantu kelancaran program ini, semua informasi terkait asal-usul tanah dapat dijelaskan kepada panitia," ungkapnya.

Dari pihak BPN juga sangat mengapresiasi pemerintah Desa Gayam, karena pihak desa selalu mengajukan permohonan program tersebut.  Mulai dari Program Pertanahan Nasional (Prona) yang sudah berjalan dengan menyelesaikan 1300 bidang tanah ditahun 2017 hingga PTSL tahun ini.

"Tentu pihak desa dan panitia sudah siap dengan segala konsekuensi saat berjalannya program, mulai dari harus riwa-riwi sampai harus lembur untuk mengerjakan berkas-berkas nanti," ucap Agus Susanto, perwakilan BPN yang hadir.

Sedangkan dari petugas ukur pertanahan Hamim Muddayana, meminta jika masih terdapat tanah yang sengketa, maka secepatnya segera diselesaikan, supaya dapat segera mengikuti program tersebut.

"Diharapkan, dari pihak desa maupun panitia dapat membantu bermediasi pemohon yang masih sengketa," paparnya.

Hamim menambahkan, supaya batas tanah segera di buat dan dipasang, kemudian panitia dapat membuat jadwal pengukuran, karena jumlah pengajuan Desa Gayam ada 3000 bidang, maka tidak cukup dilaksanakan selama seminggu, pihak pengukur hanya dapat melakukan pengukuran 50 bidang selama satu hari.

"Batas atau patok segera dipasang, buat jadwalnya kemudian kami akan melakukan pengukuran. Dan yang terpenting saat pengukuran nanti dapat didampingi oleh perangkat desa maupun panitia" tambahnya [kim/ito] 

Tag : ptsl, gayam

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Monday, 31 May 2021 12:00

    Rekrutmen CPNS dan PPPK Bojonegoro 2021

    Pendaftaran CPNS dan PPPK Ditunda

    Pendaftaran CPNS dan PPPK Ditunda Sesuai dengan Surat Kepala BKN bernomor 4761/B-KP.03/SD/K/2021 tanggal 28 Mei terkait beberapa peraturan penundaan pendaftaran CPNS maupun PPPK yang belum di tetapkan oleh pemerintah serta masih ada beberapa usulan revisi...

    read more