18:00 . Workshop Peningkatan Mutu dan Peran Komite Sekolah Diikuti 152 Peserta   |   14:00 . PPKD Gelar Raker Tahun 2021 di Toyoaji   |   12:00 . PK Ditolak, Persibo Bojonegoro Tuntut Keadilan Lewat PSSI Pusat   |   08:00 . Kabar Gunung Semeru, Presiden akan Relokasi Warga   |   07:00 . 2 Kesalahan Pola Asuh yang Sering Dilakukan Orangtua Zaman Now   |   22:00 . Mendag Lutfi: Bisnis Waralaba Sukses Beradaptasi di Masa Pandemi Covid-19, Menjadi Tuan Rumah dan Kuasai Pasar Negeri   |   21:00 . Satpol PP Bojonegoro Raih Penghargaan dari Kemendagri   |   20:00 . Pemkab Bojonegoro Gelar Sosialisasi Pemekaran Desa Sukorejo   |   19:00 . Persibo Ajukan PK, Laga Mitra Surabaya kontra Deltras Sidoarjo Ditunda   |   18:30 . Selamat..! Ponpes Attanwir Dapat Penghargaan Eco Pesantren dari Gubernur Jatim   |   18:00 . Awas...!! Tanggul Bengawan Solo Ambles   |   16:00 . Media Gathering EMCL, Ajak Wartawan Menjadi Konten Kreator di Medsos   |   15:00 . Menjelang Nataru, Harga Daging Ayam di Bojonegoro Naik   |   14:00 . Grafik Harga Emas UBS Hari ini Terpantau Naik   |   12:00 . Pemkab Bojonegoro Ikuti Penilaian Evaluasi Program Menuju Smart City 2021   |  
Wed, 08 December 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Hingga Juni, Ada 1.450 Perkara Cerai

blokbojonegoro.com | Friday, 02 August 2019 08:00

Hingga Juni, Ada 1.450 Perkara Cerai

Reporter: M. Safuan

blokBojonegoro.com - Pengajuan cerai di  Pengadilan Agama (PA) Bojonegoro masih tergolong cukup tinggi yang harus ditangani. Bahkan jumlah kasus pengajuan itu sampai pertengahan bulan Juni tahun 2019 sudah ada 1.450 pasangan suami istri (Pasutri) yang mengajukan diri untuk mengakhiri rumah tangga yang sudah dibina.

Panitera PA Bojonegoro, Solikin Jamik mengatakan, meski pengajuan cerai masih tinggi, ia mengklaim jumlah pengajuan cerai itu terbilang turun. Setiap bulan  tercatat ada 100 ajuan cerai.

"Paling banyak bulan Januari, ada 273 perkara cerai masuk," tambahnya kepada blokBojonegoro.com.

Masih kata Solikin Jamik, dari jumlah itu 966 perkara tersebut didominasi cerai gugat, dimana istri yang menggugat suami.
Latar belakang perceraian terjadi paling banyak lantaran adanya perselisihan dan pertengkaran terus-menerus antara suami dan istri.

"Selain Cerai gugat yang ditangani, cerai talak ada 484 kasus, jumlah yang ditangani oleh PA Bojonegoro untuk kasus perceraian hingga pertengahan bulan Juni tercatat 1.450 perkara," terang Solikin Jamik.

Adapun data yang diperoleh blokBojonegoro.com, angka cerai gugat bulan Januari ada 273 perkara, Februari 132 perkara, Maret 143 pekara, April 165 perkara, Mei 97 pekara dan bulan Juni ada 156 perkara.

Sedangkan untuk perkara cerai talak tercatat Januari 131 perkara, Februari 31 perkara, Maret 67 perkara, April 80 perkara, Mei 61 perkara dan Juni ada 87 perkara. [saf/mu]

Tag : perkara cerai, cerai, cerai talak



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Monday, 06 December 2021 12:00

    Peduli untuk Mahameru, BMG Buka Donasi

    Peduli untuk Mahameru, BMG Buka Donasi Gunung Semeru atau dikenal dengan Mahameru, yang ada di Kabupaten Lumajang Jawa Timur, dilaporkan meletus pada Sabtu, 4 Desember 2021 sekitar pukul 15.00 WIB....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Wednesday, 10 November 2021 10:00

    BMG Buka Lowongan Wartawan bB

    BMG Buka Lowongan Wartawan bB Perkembangan blokMedia Group (blokBojonegoro media dan blokTuban media) semakin pesat dengan pembaca yang terus meningkat untuk wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Hal itu membuat manajemen melakukan pembenahan, termasuk menambah jumlah reporter...

    read more