Jl. Desa Sambiroto, Kec. Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Cegah Radikalisme dan Terorisme, Kemenag dan FKUB Gelar Dialog Lintas Agama

blokbojonegoro.com | Friday, 20 December 2019 19:00

Cegah Radikalisme dan Terorisme, Kemenag dan FKUB Gelar Dialog Lintas Agama

Reporter: M Safuan

blokBojonegoro.com- Masih tersebarnya paham radikalisme dan terorisme menjadi perhatian serius bagi Kemenag Bojonegoro dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bojonegoro. Untuk mencari solusi agar paham tersebut tidak sampai mempengaruhi generasi muda. Pasalnya, paham radikalisme dan terorisme merupakan musuh utama bagi keberlangsungan suatu bangsa dan negara.

Guna menangkal pemahaman tersebut, Kemenag Bojonegoro bersama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FUKB) menyelenggarakan dialog lintas agama dan kebangsaan yang bertajuk "Mencegah Radikalisme dan Terorisme dengan Meningkatkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa" Jumat (20/12/2019).

Kepala Kemenag Bojonegoro, M Syamsuri mengungkapkan, kegiatan dialog seperti ini sangat penting, pasalnya bisa menyamakan persepsi tentang paham radikalisme dan terorisme. Pasalnya paham tersebut muncul karena sikap intoleran yang tidak bisa menerima perbedaan disuatu negara, padahal kerukunan dan keseimbangan itu sangat penting bagi kaum yang beragama.

"Untuk itu, FKUB menjadi peran penting guna memberikan wadah bagi semuanya," terang Syamsuri di hadapan puluhan peserta.

Pria asal Lamongan ini juga menerangkan kegiatan ini untuk menyiapkan generasi emas bangsa Indonesia sekaligus mensinergikan bangsa untuk menjamin ketertiban dan kedamaian. Hal itu dengan menanamkan nilai agama yang meliputi tawazun, tawasud, jiwa adil, saling memahami, islah, waliyah serta yang paling penting yakni mendorong generasi muda untuk punya jiwa wathoniah atau cinta tanah air.

Di sisi lain, Ketua FKUB Bojonegoro, Alamul Huda Masyhur meyampaikan tantangan terbesar dalam memerangi radikalisme karena ego sektoral yang terus memunculkan isu. Selain itu, karena sikap yang merasa benar sendiri akan suatu pemahaman.

"Nah dari itulah, muncul sikap trans idiologi dan sikap intoleran bagi seseorang atau generasi muda saat ini," tandas Alamul Huda yang juga sebagai pengasuh Ponpes Al Rosyid Kecamatan Dander, Bojonegoro.

Masih kata Gus Huda sapaan akrabnya, guna mencegah paham radikalisme dan terorisme itu ada 4 hal yang harus diamalkan atau dilakukan dalam kehidupan sehari-hari yakni tata hati (noto ati), Hargailah/dahulukan orang lain (among Karso), Bangkitlah dan selalu mencintai sesama (mijil tresno) dan Bekerja dan berbuat dengan mewujudkannya (Factual).

Kegiatan dialog tersebut dihadiri oleh Kepala Kemenag, Ketua FKUB Bojonegoro, Organisasi Kemasyarakatan, Perwakilan Media Massa serta beberapa tamu undangan lainnya. Dalam kegiatan tersebut yang bertindak sebagai narasumber Kepala Kemenag dan Ketua FKUB Bojonegoro. [saf/lis]

Tag : Fkub, Dialog, lintas agama



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.



Berita Terkini