07:00 . 5 Jenis Sayuran yang Harus Dimasak Dahulu, Jangan Dimakan Mentah!   |   19:00 . Terdakwa Pencuri Mobil Bupati Bojonegoro, Divonis 2,6 Tahun Penjara   |   18:00 . Kelompok Kerja Bunda PAUD Dikukuhkan Bupati Bojonegoro   |   17:00 . Mastrip Fashion Week, Satlantas : Kami Mendukung, Asal di Tempat yang Tepat   |   08:00 . Punya KPM, Petani Terima Bantuan Benih dan Pupuk   |   07:00 . Banyak Jajanan Anak Patut Diwaspadai karena Mengandung Zat Berbahaya, Apa Sajakah?   |   20:00 . Jaring Atlet Bulutangkis, Polres Gelar Kapolres Bojonegoro Cup 2022   |   19:00 . Seleksi Hari Pertama, Hanya 45 Persen dari Keseluruhan yang Datang   |   18:30 . Asap dan Kembang Api di Fun Football Talun   |   18:00 . Juara, Condromowo Kalahkan Sumuragung 2-1   |   17:00 . Kenalkan Head Coach Persibo, Abdulloh Umar Targetkan Lolos Liga 2   |   16:00 . Penyedia Jasa Sewa Kostum Karnaval di Bojonegoro Mulai Kelarisan   |   15:00 . Pawai Budaya Bakal Meriahkan HUT Kemerdekaan di Bojonegoro   |   14:00 . Harga Telur Ayam Tinggi, Omzet Pedangang Merosot   |   13:00 . Berkat Terobosannya, APDI Jatim Nobatkan Bupati Anna Sebagai Ibu Desa   |  
Sat, 13 August 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Waspada Corona, Jangan Panik

Hoax...! Kabar Produk Rokok Terpapar Virus Corona

blokbojonegoro.com | Tuesday, 05 May 2020 15:00

Hoax...! Kabar Produk Rokok Terpapar Virus Corona

Reporter : Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Merebaknya isu tentang produk rokok Sampoerna terpapar COVID-19 atau virus corona, lantaran adanya karyawan di Surabaya yang positif virus corona, ternyata tidaklah benar. Hal tersebut langsung dibantah oleh Direktur Koperasi Kareb MPS Kapas, Sriyadi Purnomo.

Sriyadi Purnomo memastikan bahwa produk tembakau yang diproduksinya tidak terpapar virus COVID-19. Hal ini menyusul maraknya informasi simpang siur di media sosial mengenai produknya pasca pemberitaan terkait karyawan perusahaan tersebut yang meninggal dunia akibat virus yang menyebabkan infeksi saluran pernafasan ini.

"Informasi itu tidaklah benar atau hoax, sebab perusahaan kita melakukan karantina produk selama lima hari sebelum mendistribusikannya hingga ke konsumen tingkat akhir," ujarnya.

Dirinya menjelaskan bahwa masa karantina selama lima hari itu, lebih lama hampir dua kali lipat ketimbang rekomendasi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Eropa dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang hanya tiga hari.

Menurut kedua lembaga otoritas kesehatan internasional tersebut, COVID-19 mampu bertahan hidup paling lama 72 jam atau tiga hari di atas permukaan plastik dan besi baja. Sementara pada permukaan tembaga dan kardus, daya  tahan virus tersebut, masing-masing, empat jam dan 24 jam.

"Jadi sebelum merebaknya virus ini, kita sudah melakukan karantina selama lima hari karena kami berkomitmen menjaga kualitas terbaik dan integritas merek atas produk-produk kami," lanjutnya.

Tak hanya itu, pria yang akrab disapa Yadi tersebut juga mengatakan bahwa pihaknya menerapkan praktik protokol kesehatan yang ketat di seluruh area dan fasilitas produksi yang bertujuan melindungi karyawannya.

Hal tersebut, misalnya, melakukan pengecekan temperatur tubuh ketika karyawan atau tamu yang akan memasuki area kantor atau produksi. Tak hanya itu, mobil yang masuk juga tak luput dari penyemprotan disinfektan agar terhindar dari  virus corona dari luar.

Terlebih pihaknya, juga menyediakan dan memastikan penggunaan perlengkapan perlindungan diri seperti masker dan hand-sanitizer, serta menerapkan pembatasan fisik di seluruh area produksi dan fasilitas produksi, seperti kantin dan tempat ibadah.

"Untuk para pekerja setiap hari kita berikan masker dan juga kita berikan hand sanitizer satu botol setiap satu minggu sekali untuk diberikan kepada keluarganya, selain kita menyediakan di tempat produksi," pungkasnya.[din/ito]

Tag : rokok, covid, bojonegoro, sampoerna



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat