12:00 . Jalani Proses Hukum, Oknum Jaksa Kejari Bojonegoro Dicopot   |   07:00 . HUT Kemerdekaan RI Ke-77, Pakar Ungkap 7 Tantangan Kesehatan yang Dimiliki Indonesia   |   19:00 . Diduga Sodomi Siswa SMA di Jombang, Pejabat Kejari Bojonegoro Diringkus   |   18:00 . Gebyar Kemerdekaan SMPN Kapas Turut Aktif Hingga Peroleh Beragam Penghargaan   |   15:00 . Tangis Abah Lala Pecah, Lagu Ciptaannya Ojo Dibandingke Dinyanyikan di Istana Merdeka   |   14:00 . Rakor Pendamping PKH, Bupati Bojonegoro Tekankan Integritas Mutu SDM   |   13:00 . Berkas Kades Kapas P-21, Tersangka Dilimpahkan ke Kejari   |   12:00 . Warga Balen Jelajahi Makam Walisongo Pakai Motor Butut   |   07:00 . 6 Manfaat Minum Air Putih setelah Bangun Tidur, Yuk Terapkan Kebiasaan Sehat Ini   |   20:00 . Farel Prayoga Goyangkan Istana Merdeka Dalam Perayaan HUT ke-77 RI   |   19:00 . Grebek Tumpeng Rombyong Mliwis Putih, dari Warga untuk Generasi Muda   |   18:00 . Upacara HUT RI ke-77, Kajari: Pakai Adat Madura Karena Saya Asli Madura   |   17:00 . Ketua DPRD Bojonegoro Kenakan Baju Adat Nias Saat Upacara HUT Kemerdekaan   |   16:00 . PPPM Birrul Walidain: Perayaan HUT RI Kewajiban Sebagai Warga Negara Indonesia   |   15:00 . Inilah Nama-nama Penerima Penghargaan HUT Kemerdekaan RI di Bojonegoro   |  
Fri, 19 August 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Gubernur Dialog Bersama 100 Pemimpin Media

Muncul 5 Klaster, Wilayah Sampoerna Telat Respon

blokbojonegoro.com | Tuesday, 05 May 2020 22:30

Muncul 5 Klaster, Wilayah Sampoerna Telat Respon

Reporter: Parto Sasmito

blokBojonegoro.com - Untuk mencegah menyebarnya virus corona atau COVID-19 di Jawa Timur, dibutuhkan penangan secara cepat bagi wilayah yang mempunyai potensi penyebaran.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dalam dialog bersama 100 pemimpin media melalui video conference (vidcon), menjelaskan bahwa di Jawa Timur muncul 5 klasetr atau wilayah.

[Baca juga: AMSI: Media Harus Dilibatkan Dalam Kampanye Anti Covid-19 ]

"5 klaster itu adalah dulu Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), kemudian Temboro, Sampoerna, Pujon dan Tulungagung," kata Gubernur

Dari 5 klaster itu, dulu TKHI pesertanya paling banyak karena dari berbagai wilayah di Jawa Timur, kemudian Temboro. Untuk klaseter Sampoerna responnya lambat, karena informasi masuk setelah 2 minggu.

"Untuk klaster Sampoerna konfirmasinya telat. Sehingga tim Pressing Jatim harus membawa swan test," tambah Gubernur.

Sedangkan klaster Pujon dan Tulungagung, responnya lumayan cepat, sehingga tim bisa langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan lebih cepat. [ito]

Tag : dialog, gubernur, jatim, bojonegoro, pemimpin, media



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat