17:00 . Awal Tahun 2022, Ada 164 Kasus DBD dan DD Masuk Dinkes Bojonegoro   |   16:00 . Harga Cetakan Antam Turun, UBS Justru Naik   |   15:00 . 1 Jiwa Melayang, Pemdes Kandangan Imbau Tetap Waspada DBD   |   14:00 . Sepanjang 2021, Dinas Damkar Tangani 445 Sarang Tawon   |   13:00 . Era Baru Perdagangan Fisik Emas Digital di Bursa Berjangka Dimulai   |   12:00 . Bupati Anna Siapkan 4000 Beasiswa untuk Mahasiswa Tugas Akhir   |   11:00 . Kecelakaan Bus Margo Djoyo, 1 Orang Meninggal 5 Luka-luka   |   10:00 . Video Proses Evakusi Badan Bus Terguling di Jalur Bojonegoro Surabaya   |   09:00 . Video Kecelakaan Bus Terguling di Jalan Bojonegoro Surabaya   |   08:00 . Bus Terguling di Jalan Bojonegoro - Surabaya   |   07:30 . Hindari Truk, Bus Terguling di Mojodeso   |   07:00 . Jangan Langsung Dimarahi Jika Nilai Sekolah Anak Menurun, Bisa Jadi Gejala Stres Belajar   |   19:00 . Pelajar Bojonegoro Ikuti Virtual Zoom Meeting Himabo Goes To Campus   |   18:00 . Sinergi TNI-Polri Bersama Wartawan Bojonegoro   |   16:00 . Dinkes Bojonegoro Catat 112 Kasus DBD, 2 Orang Meninggal   |  
Tue, 18 January 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Jatuh Bangun Bisnis Ayam Pedaging

blokbojonegoro.com | Wednesday, 06 January 2021 09:00

Jatuh Bangun Bisnis Ayam Pedaging

Kontributor: Herman Bagus

blokBojonegoro.com - Sukiman (59) warga RT.12/RW.2 Desa Buntalan Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro, sejak usia muda sudah sibuk menggeluti dunia perdagangan, dari mulai jualan bubur, lele, cecek dan ayam pedaging. Kini di usianya yang tak lagi muda dia sukses di bidang jual beli ayam pedaging (potong).

Dibalik kesuksesannya ini ada proses panjang dan tentu mengikuti besarnya penghasilan yang ia terima sekarang. Kerja keras itu sudah pasti. Dia yang sudah berdagang ayam potong sejak masih kecil, dia selalu ingin belajar bagaimana mengembangkan bisnis ini.

"Dulu cari ayam itu masih pakai sepeda ontel, dari Temayang sampai ke Baureno. Mencari ayam di pejagal-pejagal hingga pengalaman di bidang ayam potong," ceritanya kepada awak media saat ditemui di kandangnya.

Ia mengaku sudah 30 tahun menjalani bisnis ini, dari jatuh bangun menekuni bisnisnya ini Sukirman kini dalam satu bulan bisa meraup omset hingga Rp50 bisa juga sampai Rp60 juta.

"Alhamdulillah, setelah jatuh bangun membangun usaha kini sudah bisa mempekerjakan 12 karyawan, ini semua juga berkat bantuan anak-anak dan pengalaman saya sewaktu merintis usaha dulu," ucapnya.

Di sini dia hanya menyetok ayam yang nantinya dikirim ke tempat jagal ayam dan sisanya ditaruh di kandang untuk setok di rumah. Untuk ayam-ayamnya sendiri dia setiap hari mengambil dari Kabupaten Pati, Kudus, Rembang, Blora, Tuban dan Kabupaten Lamongan yang nantinya didistribusikan ke pasar-pasar.

"Untuk pemasaran cukup di pasar lokal tidak sampai ke luar kabupaten, itu pun sudah kuwalahan," katanya.

Setiap mengambil dari luar kota dia membawa ayam minimal seberat 1,6 ton dan maksimal 2,2 ton. Sesampainya di rumah langsung didistribusikan ke penjagal dan ke pasar-pasar.

"Hari ini pas kebetulan stok ayam habis, sekarang anak saya dan karyawan lagi mengambil ayam ke Blora," tutupnya. [her/mu]

Tag : ayam pedaging, ayam potong, usaha, bisnis



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat