07:00 . Dear Parents, Ini Lima Langkah Mendidik Anak Cerdas dan Sukses di Masa Depan   |   21:00 . Pengalaman Meresahkan Saat Nomor Dijaminkan Orang Asing untuk Pinjol   |   20:00 . Jagung Mahal Saat Panen Raya,Petani Senang   |   19:00 . Sukseskan Vaksinasi Lansia, Banjarsari Gunakan Bus Tayo untuk Antar Jemput   |   18:00 . Brain Challenge, Sarana Asah Kemampuan Logika Generasi Milenial   |   17:00 . Wabup Dukung Kampung Tangguh Covid dan Narkoba di Bojonegoro   |   16:00 . Kecelakaan di Sukowati, Pemotor Meninggal Seketika   |   16:00 . Varian Baru Covid Ditemukan di Bojonegoro Bupati Imbau Warga Patuhi Prokes   |   15:00 . Pembeli di Giant Keluhkan Diskon, Harga Masih Mahal   |   14:00 . Kesulitan Meyakinkan Pemilik Toko, Usaha IRT ini Sukses Melalui Sosial Media   |   12:00 . 1 Warga Bojonegoro Terkonfirmasi Positif Virus Covid-19 Varian Baru   |   10:00 . Berikut ini Peraih Nilai Tertinggi 37 Kursi Perangkat Desa di Kecamatan Sumberrejo   |   07:00 . Akibat Tertutup Masker, Anak-Anak Kesulitan Membaca Emosi   |   06:00 . 8 Pasien Sembuh, Kasus Baru Tambah 10 Orang   |   20:00 . Upaya Preventif Pernikahan Dini Bisa Dilakukan Mulai dari Keluarga   |  
Thu, 17 June 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Bermodal Rp350 Ribu, Mahasiswa Unugiri Ciptakan Tempat Cuci Tangan Otomatis

blokbojonegoro.com | Friday, 02 April 2021 12:00

Bermodal Rp350 Ribu, Mahasiswa Unugiri Ciptakan Tempat Cuci Tangan Otomatis

Reporter: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama  Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro yang sedang melakukan pengabdian masyarakat atau Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Pejambon, Kecamatan Sumberrejo, berhasil menciptakan alat cuci tangan otomatis dengan sensor elektronik tanpa perlu menyentuh kran, untuk menghindari penularan virus Covid-19.

13 mahasiswa yang tergabung di Kelompok 2 ini, membuat alat cuci tangan otomatis dengan sensor elektronika agar pengguna tidak perlu menyentuh kran, sehingga dapat meminimalisir sentuhan langsung dengan orang lain.

Cara kerja alat cuci tangan tersebut, apabila tangan didekatkan kepada kran air maka sensor akan berfungsi otomatis dan langsung mengucurkan air.

Kordinator KKN Desa Pejambon, Rian Adi Kurniawan mengungkapkan, alat cuci tangan otomatis yang diberi nama Westafel Sensorik ini menggunakan baterai subagai sumber energinya. Dengan sumber baterai ini dapat bertahan sampai 2 minggu jika digunakan terus-menerus.

"Ketika alat sudah tidak dapat memompa air maka menandakan baterai telah habis dan harus segera di charger," ujarnya, Kamis (1/4/2021).

Dalam pembuatan satu westafel sensorik ini, para tim membutuhkan waktu selama satu hari untuk merangkainya. Akan tetapi, sebelumnya terlebih dulu membuat desain alatnya, kemudian melakukan riset dan menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan.

Rian mengatakan, dalam pembuatannya  membutuhkan beberapa alat seperti Lem, Selotip, Paralon, Westafel, Sensorik dan beberapa peralatan lainya. Untuk satu Westafel Sensorik menghabiskan uang sebesar Rp350 ribu.

"Dalam hal ini kita membuat 2 Westafel Sensorik dan kita telah serahkan kepada pihak Desa untuk digunakan," sambungnya.

Mahasiswa asal Desa Teleng Kecamatan Sumberrejo tersebut menambahkan, penularan virus Covid-19 dapat terjadi melalui percikan yang keluar dari mulut dan hidung orang yang terjangkit corona virus. Seseorang mudah terjangkit virus itu karena tangan mereka tanpa sengaja menyentuh permukaan benda yang terkena percikan dari penderita penyakit Covid-19.

"Penting bagi masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan terutama tangan untuk mencegah penularan Covid-19. Dengan adanya inovasi ini, kita berharap masyarakat menjadi terbantu dan tertarik untuk cuci tangan sehingga dapat mengurangi resiko penyebaran Covid-19," terangnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pejambon, Abdurrahman mengucapkan rasa terima kasih kepada tim KKN UNUGIRI Bojonegoro yang telah menghadiahkan dua set alat cuci tangan otomatis (non kontak) kepada Pemerintah Desa Pejambon. Nantinya dua alat ini, diharapkan bisa dimanfaatkan untuk salah satu cara untuk pencegahan Covid-19 di Pejambon.

Selama mengadakan pengabdian, lanjut Abdurrahmaan, Mahasiswa Unugiri sangat membantu Pemerintah Desa dan juga masyarakat dalam memberikan sebuah edukasi, mulai dari pembelajaran, pengembangan potensi desa dan lain-lainya. Dibanding dengan Kampus lain yang pernah melakukan KKN di Pejambon, KKN Unugiri dirasa yang lebih baik karena bisa mengembangkan potensi desa dan juga manciptakan alat yang sangat bermanfaat.

”Kalau biasanya mahasiswa yang melaksanakan KKN disini hanya numpang kegiatan, seperti Agustusan. Dan Semoga bantuan ini dapat berguna, bermanfaat, dan membantu pencegahan Covid-19.” pungkasnya. [din/mu]

Tag : mahasiswa, unugiri, kkn, pejambon

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Monday, 31 May 2021 12:00

    Rekrutmen CPNS dan PPPK Bojonegoro 2021

    Pendaftaran CPNS dan PPPK Ditunda

    Pendaftaran CPNS dan PPPK Ditunda Sesuai dengan Surat Kepala BKN bernomor 4761/B-KP.03/SD/K/2021 tanggal 28 Mei terkait beberapa peraturan penundaan pendaftaran CPNS maupun PPPK yang belum di tetapkan oleh pemerintah serta masih ada beberapa usulan revisi...

    read more