16:00 . Dekopinda Bojonegoro Ikuti Unjuk Rasa Tolak OJK Awasi Koperasi   |   15:00 . Pemkab Bojonegoro Raih 17 Besar Kovablik Lewat Inovasi SMASH RSUD Sumberrejo   |   13:00 . Komunitas Ibu Profesional Akan Gelar Tour the Talent   |   20:00 . Jelang Pemilu, 749 Calon PPK Ikuti Tes CAT   |   19:00 . Curah Hujan Tinggi, TPT Jembatan Jetak Bojonegoro Longsor   |   18:00 . Waspada Penipuan Digital, Masyarakat Perlu Bijak Bermedsos   |   17:00 . Cegah Longsor dan Banjir, Pemkab Bojonegoro Bangun Tebing Penahan   |   16:00 . Polisi Terus Selidiki Laporan Dugaan Sertifikat Tanah Palsu di Kasiman   |   15:00 . Tips Hemat Hadapi Godaan Diskon Belanja Akhir Tahun   |   14:00 . Kejari Segera Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi APBDes Deling   |   13:00 . UINSA Terima Anugerah Top 45 Publik Inovasi Terbaik   |   12:00 . Diduga Kurang Konsentrasi, Remaja Meninggal Dunia Usai Menabrak Pemotor di Dander   |   08:00 . Pemkab Bojonegoro Masih Tunggu Juknis Inpres Pengadaan Kendaraan Listrik Kedinasan   |   07:00 . Bayi Rewel Saat Tidur Malam, Apa Bisa karena Ruam Popok?   |   19:30 . Oknum BPN Bojonegoro Dilaporkan Atas Dugaan Sertifikat Tanah Palsu   |  
Wed, 07 December 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Ini Ciri Gejala Omicron bagi yang Sudah Divaksinasi

blokbojonegoro.com | Monday, 31 January 2022 07:00

Ini Ciri Gejala Omicron bagi yang Sudah Divaksinasi Ilustrasi: CNBC Indonesia

Reporter: --

blokbojonegoro.com - Varian Omicron telah menyebar begitu cepat sehingga menyebabkan lonjakan kasus Covid di AS. Tetapi tidak seperti Delta, Omicron tampaknya menyebabkan jumlah infeksi terobosan yang jauh lebih tinggi.

Dokter telah mengonfirmasi bahwa baik orang yang tidak divaksinasi maupun yang sudah divaksinasi lengkap, dapat tertular varian ini. Meskipun mungkin mereka mengalami gejala yang sangat berbeda. Faktanya, ada gejala Covid yang jauh lebih mungkin dialami pada orang yang sudah divaksinasi daripada pada orang yang tidak divaksinasi, begitu pula sebaliknya.

Varian Omicron memiliki kemampuan untuk menyebar ke individu yang sudah divaksinasi dan tidak divaksinasi, cara manifestasinya tampaknya berbeda. Seorang Profesor di New York University Meyers College of Nursing, Maya N Clark-Cutaia, mengatakan orang yang sudah divaksinasi dan terinfeksi Omicron, cenderung lebih mengeluhkan sakit kepala, nyeri tubuh, dan demam.

"Seperti pilek yang sangat parah," kata dia dilansir dari Best Life Online, Sabtu (29/1/2022). 

Di sisi lain, sesak napas, batuk, dan gejala mirip flu lainnya, hanya benar-benar menyerang orang yang tidak divaksinasi dan terinfeksi varian ini. Direktur Kesehatan Global dalam Pengobatan Darurat di New York-Presbyterian dan Columbia University Medical Center, Craig Spencer, mengatakan, orang yang telah dibooster juga mungkin mengalami sakit tenggorokan, sementara mereka yang diberi dua dosis mungkin mengalami kelelahan dan batuk. 

"Tapi tidak ada yang sesak napas," tulis dia pada 26 Desember 2021 lalu.

Hilangnya indera penciuman dan perasa adalah gejala yang kurang umum pada Omicron. Mereka juga melemah karena gejalanya kian berkurang, misalnya sudah jarang yang mengeluhkan demam. 

"Saya pikir apa yang kami alami adalah sama seperti orang-orang yang sudah divaksinasi, atau sudah dibooster. Kami tidak melihat banyak yang alami demam, jika ada, itu adalah orang yang belum divaksinasi," kata Kepala Penyakit Menular di Penn Presbyterian Medical Center, Judith O’Donnell.

Ia juga menegaskan bahwa infeksi terobosan ini lebih mungkin menimbulkan gejala seperti pilek. "Orang yang divaksinasi yang memiliki gejala pilek, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, tetapi tidak mengalami demam (jika sudah divaksinasi dan dibooster dan mengalami gejala itu) mungkin orang itu terkena Covid-19," kata O’Donnell.

Tetapi banyak dokter mengatakan bahwa perbedaan terbesar yang dialami orang terinfeksi Omicron yang sudah divaksinasi dan tidak divaksinasi bukanlah jenis gejalanya, tetapi tingkat keparahan gejalanya. Orang yang tidak divaksinasi kemungkinan akan mengalami gejala selama lima hari atau lebih, sementara mereka yang sudah divaksinasi lengkap mungkin hanya memiliki gejala selama satu atau dua hari.

Bukti awal dari para ilmuwan di Case Western Reserve University telah menemukan bahwa risiko dirawat di rumah sakit selama gelombang Omicron AS, adalah sekitar setengah dari risiko selama ketinggian Delta. Tapi itu masih mungkin terjadi, pada orang yang tidak divaksinasi.

"Pada orang yang tidak divaksinasi, Omicron menyebabkan pneumonia. Mereka datang di unit gawat darurat dengan sesak napas karena pneumonia, seperti yang terjadi pada gelombang sebelumnya dan varian sebelumnya," kata O’Donnell. [lis]

Sumber: Republika.co.id

Tag : Varian, Omicron, Covid



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat