16:00 . Penentuan Idul Adha, LFNU Bojonegoro Menunggu Hasil Istbat   |   15:00 . Bojonegoro Siap Jika Ditunjuk Sebagai Pemilik Aset Jembatan Glendeng   |   14:00 . Tahun Ajaran Baru Segera Dimulai, Bersiap Terapkan Kurikulum Merdeka Belajar   |   13:00 . Perpusgatda dan Dunia Imajinasi Ajak Anak-Anak Bermain Sambil Belajar   |   09:00 . Per Juli Beli Pertalite Lewat MyPertamina, Daerah Kamu Salah Satunya?   |   08:00 . Bupati Bojonegoro Bersedia Terima Aset Jembatan Glendeng, Bupati Tuban Absen Rapat   |   07:00 . Alergi pada Anak, Ini Cara Memperkuat Barrier Tubuhnya   |   20:00 . Kontingen Bojonegoro Tambah Tiga Medali   |   19:00 . Mendag Zulhas Bertemu Dubes Amerika Serikat, Sepakat Pererat Hubungan Ekonomi di Kawasan Indo-Pasifik   |   18:00 . Liburan Tetap Belajar Kenapa Tidak?   |   17:00 . Ketua Kontingen Bojonegoro Apresiasi Prestasi Atlet Judo   |   16:00 . Ada 1 Juta lebih DPB, Didominasi Perempuan   |   15:00 . KPU Bojonegoro Gelar Rakor Pemutakhiran DPB   |   14:00 . Atlet Judo Bojonegoro Sumbang 3 Medali   |   13:00 . Atlet Taekwondo Bojonegoro Raih Satu Medali Perak   |  
Wed, 29 June 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Orangtua, Ini Faktor yang Menyebabkan Anak Rentan Alami Stres saat Ujian Sekolah

blokbojonegoro.com | Thursday, 20 January 2022 07:00

Orangtua, Ini Faktor yang Menyebabkan Anak Rentan Alami Stres saat Ujian Sekolah

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Ujian sekolah kerap menjadi momok bagi anak. Terlebih jika anak harus menghadapi ujian mata pelajaran yang tidak mereka sukai. Baik ujian harian di sekolah maupun persiapan tes tertulis masuk universitas, ujian bisa memicu stres pada anak.

Hal yang perlu dikathui orangtua adalah, kondisi stres setiap anak bisa berbeda. Namun pemicunya bukan selalu dipengaruhi kemampuan anak mengerjakan soal ujian.

Menurut psikolog anak dan remaja Vera Itabiliana, stres ujian pada anak biasanya dipengaruhi kepribadian dan kebiasaan anak itu sendiri.

"Ada polanya sebetulnya, tapi saya tidak bilang fix karena ini berangkat dari pengalaman praktik. Saya melihat bukan siswa yang berprestasi, bukan siswa yang biasa-biasa saja (yang mudah stres saat ujian)."

"Saya justru banyak ketemu siswa yang biasa saja, mereka lebih santai," kata Vera dalam webinar bersama Ruang Guru, Selasa (11/1/2022)

Selama menjalani praktik sebagai psikolog, Vera sering menemukan kasus stres akibat ujian sekolah pada anak dengan tingkat kemandirian rendah. Baik tidak mandiri dalam mengerjakan sesuatu, maupun dalam memutuskan hal tertentu.

"Kemudian remaja yang selama ini selalu mudah jalan hidupnya, apa-apa dapat tersedia, itu yang sepertinya jadi orang tidak tangguh. Dan satu lagi, tidak terbiasa untuk punya backup plan," imbuhnya.

Selain karena faktor kemandirian, secara fisik remaja memang belum bisa maksimal mengontrol emosi layaknya orang dewasa.

Oleh sebab itu, sering kali mereka mudah berekspresi berlebihan terhadap sesuatu yang sebenarnya sederhana. "Kita orang dewasa mungkin melihatnya lebay. Tapi tidak untuk mereka," kata Vera.

Ia menjelaskan bahwa secara biologis, kemampuan hormon dalam tubuh remaja sedikit berbeda dengan orang dewasa. Salah satunya pada fungsi hormon Hipotalamus Pituitary Adrenal (HPA) pada tubuh remaja justru berfungsi sebaliknya.

"Hormon HPA yang tugasnya membantu untuk meredakan cemas. Tapi di remaja, entah kenapa belum ada yang tahu penyebabnya, hormon ini bekerja sebaliknya. Jadi ketika mereka cemas, stres, hormon ini melipatgandakannya," jelas Vera.

Ia menyarankan, orangtua jangan langsung memarahi atau memberikan anak nasihat panjang lebar. Karena dalam situasi stres dan cemas, sebenarnya anak hanya ingin didengarkan keluh kesahnya oleh orangtua.

*Sumber: suara.com

Tag : pendidikan, kesehatan, ujian sekolah, nilai anak



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat